Dentuman musik terdengar sangat keras,menusuk telinga.
Bantal dan seprei sudah berhamburan taktahu arah. Buku-buku berserakan,bahkan barang-barang yang semula terletak rapi,kini tak lagi berada di tempat nya.
Gedoran pintu sedari tadipun, di abaikan oleh sang empu yang sedari tadi berloncar-loncat kesana kemari seraya mengikuti dentuman musik.
"huh..." Terdengar nafas jengah dari bibir gadis ini,yah... Rupanya orang yang sedari tadi menggedor pintu kamar nya belum menyerah juga,bahkan sekarang semakin kencang dan orang di luar sana mulai melontarkan ancaman nya
"ada apa sih?"
Tanya gadis ini yang tedengar jengah saat sudah membuka pintu
"mamah,kalau udah gak ada perlu yaudah" Gadis ini sedari tadi memperhatikan wanita setengah baya yang ada dihadapan nya, bahkan wanita setengah baya tadi mulai menerobos masuk ke dalam kamar gadis ini
"marshya!! berapa kali mamah bilang,kamu sudah bukan anak kecil lagi. kamu sudah dewasa,bersikaplah dewasa. Tinggalkan kebiasaan mu ini"
Ucap nya dengan jengkel
"bahkan sekarang lihat,apakan ini masih pantas disebut kamar?" Wanita setengah baya ini murka kepada putri nya...'marshya nathanie irawan'
"marshya,apa kau dengar mamah?" Rheina fenalie,wanita yang sudah membesarkan putrinya mati-matian. Rheina menggelengkan kepala saat melihat putri nya memainkan ponsel dan mengabaikan ucapan nya
"marshya"
Gadis ini mendongak kaget ketika sang mamah berteriak semakin murka
"mamah sudah tidak tahu,cara menasihati mu shya"
Marshya berdiri menghadap mamah nya lalu tersenyum remeh
"apa mamah pernah peduli dengan marshya? sudahlah mah urusi saja pekerjaan mamah itu"
"oh iya,kalau masalah kebiasaan aku? mamah tidak usah khawatir aku akan memberesinya kembali. Tapi jika kau menyuruh ku untuk mengakhiri kebiasaan ini? maaf mah marshya tidak bisa"
Rheina menatap putri nya,dengan air mata berdesakan ingin turun,tanpa banyak kata lagi rheina segera berlari keluar meninggalkan sang putrinya
Marshya menatap kepergian mamah nya,lalu tersenyum miris. Semiris dirinya saat ini
Yahh.... Marshya nathanie irawan putri tunggal dari pasangan rheina fenalie dan daniel nathanie irawan.
Siapa yang tidak kenal dengan marga 'nathanie irawan' bisa di bilang daniel adalah salah satu pengusaha tersukses,wajar saja jika marga itu sudah tidak asing di dengar
***
Matahari mulai masuk menerobos kecelah-celah jendela seorang gadis yang sedari tadi masih bergelut dibawah selimut,bahkan jam alarm sedari tadi yang berbunyi tidak mampu membangunka gadis ini
"marshya bangun nak"
Marshya semakin menutup telinga nya dengan bantal,ketika mamah nya menggedor pintu kamar semakin keras
"marshya mau bangun atau..."
"iya,iya aku bangun"
Dengan cepat marshya memotong ucapan mamah nya,yang sudah ia tahu pasti rheina akan mengeluarkan ancaman-ancaman nya
Gadis ini sudah siap dengan seragam sekolah nya,lalu mulai menuruni anak tangga dengan wajah ceria ia menuju meja makan,namun senyum nya pudar seketika melihat siapa yang duduk di hadapan rheina
"ngapain kamu tetap berdiri di situ?"
Suara lembut milik rheina mengintrupsi marshya agar cepat mendekat
"mah marshya buru-buru sudah telat" Marshya melirik arlojinya,namun saat hendak berlalu suara dingin seseorang menghentikan langkah nya
"berlaku lah sopan marshya,duduk lah bersama mamah dan papah mu ini. Kita sarapan bersama" suara dingin itu,suara dingin milik daniel,papah nya.
"apakah kau tidak merindukan kebersamaan ini marshya"
Marshya tersenyum remeh saat mendengar ucapan daniel
YOU ARE READING
cerita yang taksempat usai
Short StoryMasa-masa SMA adalah masa-masa yang paling menyenangkan. Semenyenangkan ketika aku harus berjalan mengendap mengikuti DIA "aku mencintaimu,bagaimana rasa mu kepada ku? aku tidak peduli" **hanya short story Semoga kalian suka ❤
