"Algaa tunggu!" Seorang gadis kecil tengah berlari mengejar teman lelaki sebayanya.
"Caca!?"
"Alga, Alga mau kemana? Jangan tinggalin Caca, kalo Alga pelgi Caca mainnya cama ciapa?" Gadis kecil itu menangis sambil berceloteh dengan suara pelatnya.
"Arga, ayo kita berangkat! Papa kasian udah nunggu di mobil dari tadi!" Teriak seorang wanita dari dalam rumah.
"Iya ma bentar, Arga lagi ngomong sama Caca." Kata lelaki kecil itu kepada wanita yang memanggilnya tadi.
"Loh ada Sasa! Sasa mau ngapain kesini sayang?" Wanita tadi datang menghampiri mereka berdua di Taman.
"Tante, tante cama Alga mau pelgi jauh ninggalin Caca ya?" Tanya gadis kecil itu dengan polosnya sambil menangis.
Wanita itu tersenyum mendengar kata-kata polos gadis kecil itu.
"Sini sayang." Kata wanita tadi lembut sambil memeluk gadis kecil itu.
"Caca Caca, Arga punya hadiah kenang-kenangan nih buat Caca!"
Kata lelaki kecil tadi sambil merogoh saku celananya, dan mengambil 2 gelang berwarna merah muda dan biru muda yang terukir nama mereka berdua di masing-masing gelang.
Gadis kecil itu melepas pelukannya dengan wanita tadi, dan berganti menatap teman lelaki nya.
Lelaki bernama Arga tadi memakai kan gelang berwarna merah muda ke tangan gadis kecil yang di panggil nya Caca itu, dan memakai sendiri gelang berwarna biru muda tadi di tangan nya.
"C-A-C-A, Caca!" Gadis kecil itu tersenyum membaca ukiran nama di gelang merah muda nya, ia langsung memeluk lelaki di hadapan nya.
"Makaci ya Alga. Caca cuka cama gelang ini. Caca janji deh bakal nyimpen gelang dali Alga ini." Kata gadis kecil itu sambil tersenyum tulus kepada lelaki yang di panggil nya Alga.
"Sekarang Caca gak boleh nangis lagi ya? Arga janji nanti kalo Arga udah dewasa, Arga pasti akan kembali lagi ke Caca." Kata lelaki kecil itu sambil menghapus air mata teman gadisnya.
"Iya Alga, Caca janji enggak akan nangit lagi. Mm, Alga cepet-cepet dewaca ya, bial bica main lagi cama Caca."
Gadis kecil itu tersenyum kepada teman lelakinya, dan iapun membalas senyuman teman gadisnya.
"Yaudah Sasa sayang, sekarang tante sama Arga pamit pergi dulu yah, jaga diri Sasa baik-baik, salam buat mama papa Sasa."
Kata wanita tadi lembut sambil mencium pipi gadis kecil bernama Sasa dengan sayang, lalu segera menggandeng anak lelakinya, Arga, ke mobil.
Sasa mengikuti mereka berdua ke mobil. Setelah Arga dan ibu nya masuk ke mobil, ia tersenyum dan melambaikan tangan nya ke mereka, mereka membalasnya dan mobil pun berjalan meninggalkan Sasa yang berdiam diri di tempat.
Sasa merasa sangat kehilangan sahabat kecilnya yang sekarang pindah jauh meninggalkannya.
Ia lalu berlari menuju rumahnya yang berada di samping rumah Arga, yang hanya berbatas dengan Taman di tengah rumah mereka.
Hanya ada satu nama yang akan ia ingat selalu di hatinya, yaitu Alga. Ia akan menunggu teman lelakinya itu kembali menepati janjinya.
Dan juga hanya ada satu nama yang akan di ingat selalu oleh Arga, yaitu Caca, Cinta pertamanya. Ia pasti akan kembali ke Caca untuk menepati janjinya.
YOU ARE READING
FIRST LOVE
Teen FictionRaja playboy yang berusaha mendapatkan hati seorang Ratu es, ketidaktahuan mereka akan masa lalu disaat kecil yang juga membuat mereka susah bersatu. Tapi apakah kelembutan dan perjuangan keras si Raja playboy mampu meluluhkan hati si Ratu es?
