1

47 3 1
                                        

Pernahkah kalian merasakan jika kalian mencintai seseorang dalam diam? Pernahkah kalian merasakan bagaimana rasanya cemburu melihat orang yang kalian cintai menyukai teman mu sendiri? Apa yang kalian rasakan? Sakit? PASTI. Itulah yang saat ini sedang aku rasakan.

                              •••

Pagi ini aku sangat lelah setelah semalaman aku menghabiskan waktu untuk menangisi dia. Dia yang tidak pernah mengerti perasaanku, dia yang tidak pernah menganggapku ada. Aku ingin dia menyadari perasaanku meski hanya beberapa menit, izinkan aku untuk merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang aku cintai.

                           ●●●

Ketika aku sedang berjalan menuju kelasku aku merasa ada yang memanggilku.

" Ayya!! "
" Ayya tunggu!! "

Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti berjalan dan ingin melihat siapa yang barusan memanggilku.

" Rayhan?! Kamu sekolah disini juga? Bukannya katanya kamu- " tapi belum sempat aku melanjutkan perkataanku dia sudah lebih dulu memotong pembicaraanku -_-

" Ok! Ok! Nanti gue jelasin, sekarang lo temenin gue dong ke kelas. Lo kan sahabat gue yang paling baik lagian kan gue murid baru disini gimana? " kata rayhan sambil merangkulku.

Sahabat? Rayhan aku berharap lebih dari itu, kapan kamu ngertinya si.

" O-oh iya, kamu ruangan berapa ray? " tanyaku sambil terus berjalan beriringan dengannya.

" Gue ruangan- eh itu ruangan gue " katanya setelah melihat pintu kelas yang di depan nya tertulis ruangannya.

" Kamu yakin itu ruangan kamu? " tanyaku dengan menunjukan raut wajah bingungku.

Ini kan kelasku, apa rayhan sekelas denganku?

" Iya itu kelas gue ayya kenapa emang? " tanyanya

" Nggak papa kok, berarti kita sekelas dong ya? " ucapku

" Bagus dong kalau kita sekelas, jadi lo bisa ngenalin gue sama temen-temen lo yang lain. Iya kan?" Rayhan menatapku

Kringggg...

" I-iya yaudah ayo masuk udah bel juga kan " kataku sambil menarik tangannya

                               ●●●   

" Silahkan kamu perkenalkan diri kamu secara jelas! " kata guruku yang terkenal dengan pelajaran yang paling menyeramkan bagiku matematika dia juga guru paling menyebalkan di sekolahku.

" Hai nama gue Rayhan Brata Wijaya kalian bisa manggil gue rayhan. Gue pindahan dari bandung, thanks. " kata rayhan sambil tersenyum ramah kepada murid-murid yang ada di kelasku

" Ada yang ingin bertanya? " ucap guruku sambil menatap setiap murid-muridnya

" Saya pak! Rayhan alamat rumah lo dimana? " kata seorang perempuan dengan rambutnya yang blonde dan makeup nya yang se tebel tembok.

" Pak saya dulu dong, rayhan boleh minta id line lo gak? " kalau yang tadi ber make up tebal, yang ini beda lagi dia adalah teman yang duduk disampingku.

Dia adalah clara dia orangnya humble, cantik, dia juga ketua teater di sekolahku. Dia yang bertugas memilihkan siapa yang akan berperan menjadi ini menjadi itu. Berbeda denganku yang lebih memilih menghabiskan waktuku dengan membaca novel di perpustakaan sekolah.

Rayhan Dan RayyaWhere stories live. Discover now