Allah swt sang maha pemberi kisah, baik yang berujung sedih atau berujung indah. Terimakasih sudah memberikan suatu peristiwa yang begitu amat kusuka yang biasa disebut dengan hujan, yang begitu amat mampu menenangkan jiwa yang sehat,dan hati yang masih sekarat. Dan juga mampu membuat aku tiba tiba untuk mengingat. Terimakasih, kenanganmu masih begitu kuingat, dan hujan yang kau suguhkan masih sangat terasa hikmat....
Kepada ibuku, perempuan satu-satunya di dunia yang tulus memberi cinta tanpa pamrih, yang selalu memberi wejangan kala hati perih dilanda badai kenangan saat hujan tiba. Untuk bapak dan adikku, terima kasih juga untuk selalu menyajikan riuh keluarga penuh rasa sayang, membuatku selalu rindu akan perbincangan semu terutama saat hujan jatuh dan merasa lelah sampai akhirnya mereka pergi dengan sendirinya tanpa meninggalkan kisah.
Guru guru, kakak kakak,dan adik adikku di sekolah tempatku menimba ilmu, terima kasih telah memberikan ruang berekspresi yang begitu bebas bagi para siswanya dan semoga selalu menjadi goes to more fantastic school.
Untuk 31 anak kaum adam yang tergabung dalam @tekaer_boys yang selalu merindukan kaum hawa di kelas, walaupun hanya sekedar untuk sawangan saja saat pelajaran di kelas yang tampaknya teramat keras. Terima kasih kalian yang telah menyuguhkan apa arti persahabatan secara nyata. Terima kasih telah memberikanku pengertian bahwa cinta itu fana, persahabatanlah yang abadi.
Untuk penulis penulis di wattpad, terima kasih telah memberikan cerita yang kadang menyentuh jiwa, dan juga kadang membuka kenanganku dengannya. Terima kasih untuk kalian yang secara tidak sadar mengemulsi otakku untuk segera membuat tulisan tanpa makna pertamaku ini.
Terindah, kamu sang wanita penyuka hujan, perapal haru penuh rindu di tulisan tanpa makna pertamaku. Terima kasih telah meluangkan materi, waktu, dan perasaan untuk kembali bersama mengulang rintik-rintik kenangan. Percayalah, dalam lantunan disetiap melodi hujan, aku tengah memelukmu dari kejauhan.
Yang dihujani rindu,
Bayu Sfdn💞💕
YOU ARE READING
Petrichor
Non-FictionHujan membuka ingatanku yang telah lama tersimpan pada mesin enigma yang tidak diketahui pola maupun Sandinya. Kenangan masa lalu, membuatku mensyukuri akan adanya mesin waktu. Namun aku bahagia, karena setelah hujan reda, muncul suatu aroma yang sa...
