Misteri Rembulan

170 13 5
                                        

     Aku berjalan di sebuah jalan setapak kecil yang sering ku gunakan untuk kembali kerumah ketika baru saja pulang dari sekolah. Jarak antara sekolah dengan rumahku sangat - sangatlah jauh, karena di sekitar rumahku hanya ada sedikit rumah dan penduduk yang akibatnya tak ada sedikitpun fasilitas yang kami dapatkan. Saat hampir tiba dirumah, tak kusangka sangka jika tanpa sadar aku tlah meninggalkan sesuatu di sekolah. Tapi saat ini, kenapa aku masih saja tak dapat mengetahui apa yang tlah ku tinggalkan di sekolah. Dalam batinku, aku berkata "Hmmpphh.. Apa sih yang tertinggal di sekolah tadi? Kenapa aku benar - benar tak bisa mengingatnya". Oleh karenanya, aku langsung saja berhenti melangkah dan terdiam di bawah pohon yang saat itu diiringi oleh angin - angin yang berkejaran dengan sejuknya. Entah kenapa, hanya sebab itu aku jadi benar - benar bimbang tentang tindakan yang harus diambil selanjutnya. Biasanya meski aku tlah sadar bahwa ada barangku yang tertinggal, aku tak pernah secemas dan sebingung ini, jangankan untuk terus berjalan ke rumah, untuk duduk sembari memikirkan hal itu saja aku merasa tak sanggup. Angin terus saja bertiup dan daun daun yang gugur dari pepohonan menari - nari menuju ke tanah, sampai akhirnya, aku merasa seperti ada kilauan cahaya yang nampak begitu terang di dalam pikiran ku. Entah cahaya itu apa dan kenapa, tapi aku merasa benar - benar terkejut setelah kilatan cahaya terang itu datang. Aku langsung saja secara tak sadar berkata "Uhh!! Tidak mungkin!". Aku langsung saja dengan segera bergegas kembali ke sekolah untuk mengambil benda tersebut, meski saat itu langit sudah mulai tak biru lagi dan sudah banyak burung -burung yang terbang kembali ke sarangnya. Aku tak peduli apa - apa lagi selain hanya untuk mengambil benda yang tak sengaja tlah ku tinggalkan di sekolah hari ini, karena benda itu benar - benar penting untuk ku dan juga keluargaku dirumah, oleh karena itu, dengan penuh tekad aku berlari kembali ke sekolah agar nantinya aku sampai dirumah tak terlalu gelap karena saat sudah gelap, di jalan menuju rumahku sangatlah sunyi dan cukup menakutkan karena di sepanjang jalan tersebut tak ada penerangan apa - apa, yang ada hanyalah sinar rembulan sebagai teman di sepanjang jalan tersebut. Entah kenapa, setiap aku memandangi bulan purnama yang begitu indah, aku merasa ada yang aneh di dalam pikiran ku, aku seperti merasa familiar dengan itu. Tapi hal itu selalu saja hampir aku campakan karena menurutku semua orang akan merasakan hal yang sama denganku saat memandang bulan yang bersinar begitu terang nan indah yang cahayanya di dominasi warna kebiru - biruan. Sampai akhirnya aku tlah tiba di sekolah kembali dan aku segera mencari dimana aku meninggalkannya, untung saja di sekolah masih ada seorang satpam yang akhirnya aku meminta bantuan padanya untuk membantu ku mencari keberadaan barangku yang tertinggal tadi. Tak lama kemudian, satpam tadi menemukannya dan membawanya kepadaku. Ungkapnya, aku meninggalkannya di bangku depan toilet wanita sekolahku. Segera saja aku mengambilnya dan mengecek apa masih utuh, dan untung saja apa yang aku takutkan tak terjadi, apa yang ku tinggalkan tadi masih utuh dan akhirnya aku berterima kasih pada satpam tersebut dan bergegas kembali kerumah. Dalam perjalanan kembali rumah, aku sudah merasa tenang dan tak ada yang mengganjal lagi di pikiranku, yang ada hanyalah kekhawatiranku saat berjalan di tengah - tengah jalan persawahan dengan kondisi yang sunyi nan sepi. Saat baru saja setengah jalan menuju kerumah, matahari sudah sepenuhnya hilang di telan bumi yang mengakibatkan aku benar - benar berjalan di tengah kegelapan dan di setiap langkahku, aku di temani oleh nyanyian sekelompok serangga yang bersuara secara bersahut - sahutan. Malam ini, sang rembulan kembali lagi dengan wujud sempurna yang memancarkan cahaya kebiru - biruan yang teramat sangat indah. Di setiap langkahku menuju rumah, pandanganku hampir tak pernah lepas dari kilauan bulan yang begitu indah. Sama seperti biasanya, saat aku memandang bulan malam itu sembari berjalan menuju rumah, aku merasa seperti familiar dengan hal itu, aku merasa seperti ada kenangan yang begitu indah. Tapi sayang, kenapa aku tak pernah bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi padaku dan kenangan apa yang terus membayangiku saat aku memandangi sang rembulan. Tapi perasaan aneh itu hampir tertutupi sepenuhnya oleh perasaan kagumku terhadap keindahan sang rembulan yang menurutku pribadi sangat -sangatlah indah. Dan tak terasa aku pun sampai dirumah, dan sesampainya dirumah, kedua orang tua ku langsung saja menghampiri ku dan langsung saja memeluk ku, Mereka berkata bahwa sangat mencemaskan ku karena sampai malam tiba aku tak kunjung pulang. Setelah kekhawatiran mereka mulai mereda, sembari aku menjelaskan apa yang membuat aku tak pulang sampai malam tiba, aku memberikan benda yang tadi tertinggal di sekolah. Dan ibuku langsung saja menjawab dengan berkata "Alhamdulillah nak jualan kita habis laku terjual, dan uang ini cukup buat kita jadiin modal buat jualan lagi esok hari". Aku menjawab perkataan ibuku tersebut dengan anggukan lembut sambil pergi ke kamar untuk beristirahat. Saat aku berbaring di kasurku, aku jadi memikirkan soal apa yang terjadi padaku di masa lalu yang mengakibatkanku selalu merasa ada yang aneh saat memandangi rembulan. Saat aku mulai mengantuk dan akan segera tenggelam dalam alam bawah sadarku, aku melihat sebuah cahaya putih jauh di luar jendela kamarku yang bergerak begitu cepat. Dan tak berselang lama dengan itu, di atap kamarku juga tampak sebuah bayangan yang bergerak cepat layaknya sesosok makhluk tak kasat mata yang berusaha menakut - nakuti ku.

LALAAStories to obsess over. Discover now