Buram. Abu-Abu.
Tapi gue nggak akan nyerah. Gue gak bakal berhenti gitu aja.
Lo tuh bagaikan orang yang baru aja bangun dari koma terus langsung ngeliat. Burem. Gak jelas.
Tapi perasaan gue gak seburem lo. Perasaan gue jelas dan terang, saking terangnya sampai-sampai lo nggak pernah ngelirik gue sebagaimana gue ngeliat lo.
Hujan. Rain.
A thing i'll always love.
Wangi khasnya, suasananya and every single thing about it or u.
U will always be my favorite rain that God has sent to this earth.
Rain Aditya Aksara.
Sebuah nama yang selalu menggetarkan hatiku.
Nama yang selalu membuatku senyum sendiri.
Dengan mendengar namanya entah mengapa, entah bagaimana gue bisa selalu ngerasa nyaman.
Gue nyoba untuk ngehindarin lo.
Dan semua pertahanan gue hancur karena lo yang datang tanpa merasa bersalah.
Alasan kenapa gue tiba-tiba jadi gak suka hujan. Karena hujan selalu memutar balikkan memori masa lalu.
YOU ARE READING
Blurry
Teen FictionLo merupakan alasan mengapa gue menjadi orang yang paling ceria. Alasan gue membuat kegaduhan. Alasan gue bersemangat. Dan lo juga alasan gue bingung dan linglung bahkan rasanya gue mati rasa. I've never felt this and u do this to me. You, my favor...
