Kaget, itulah yang dirasakannya saat ini. Ternyata pria yang dianggapnya tua itu tidak setua yang dia kira. Usianya baru menginjak 22 tahun.
Gadis tersebut menganggapnya tua karena pria tersebut merupakan seorang direktur di peruhaan ternama, sehingga membuatnya berfikir bahwa pria itu pasti umurnya sangatlah jauh dengannya. Dia berfikir, hanya orang yang usianya telah panjang dan memiliki banyak pengalaman yang mampu membuat perusahaan tersebut menjadi perusahaan besar.
Namun pemikirannya itu kali ini salah, salah besar. Seharusnya dia berfikir juga, bahwa mungkin saja itu merupakan perusahaan ayahnya atau kakeknya atau mungkin pamannya yang berbaik hati atau dengan terpaksa menyerahkan memberikan atau apapun itu namanya yang membuat pria itu bisa menjabat sebagai seorang direktur di perusahaan tersebut. Yap, itu bisa jadi.
Pria itu benar-benar berbeda hanya 4 tahun saja darinya, yang masih berseragam putih abu. Kabar itu datang dari sahabatnya sediri, yang pastinya tidak akan berbohong kepadanya.
YOU ARE READING
a bouquet of flower
Teen FictionAku bukanlah orang yang memiliki banyak teman, yang kumiliki hanyalah seorang sahabat. Kami bersahabat sejak kecil, sehingga sudah mengetahui sifat satu sama lain. Menurut sahabatku itu, aku cantik, pintar, dan berwawasan luas. Namun, aku terkesan t...
