what a perfect boy you are!

112 16 5
                                        


Perhatian ya readers, aku cuma mau ingetin. Tahap awal atau bab awal emg rada gak enak atau aneh. Tpi lanjut aja baca smpe bab 9. Krn, dimulai dri bab 5 dan seterusnya bakal banyak kejutan2 dari setiap part. Pokoknya tetap baca aja, aku berani jamin klo d bab 5- seterusnya pasti bakalan seru.
Hope you like it

Rangga, pria yang telah aku kenal selama 2 tahun ini, pria yang membuatku mengerti akan cinta. Ntah alasan apalagi yang membuatku tetap bertahan didalam pelukanmu rangga? tak dapat kubohongi perasaanku bahwa kau begitu berarti bagiku.

"kamu kenapa?",rangga menyadarkanku dari lamunan yang mungkin tak jelas itu. "ah, aku tidak apa-apa. Mmm ngomong-ngomong taman ini makin hari makin indah ya? ",sahutku mengawali pembicaraan kami untuk hari ini.
"hahaha iya ya talita, kamu masih ingat pertama kali kita ketemu disini? Kamu masih sama, sama sekali tak berubah. Tetap menjadi talita yg pernah aku kenal",

kata-kata rangga selalu saja meluluhkan hatiku. Iris abu-abu matanya menangkap jelas iris biruku.
"oh ya ga, kamu pernah gak sih mikir gimana kalau suatu saat nanti salah satu dari antara kita harus pergi lebih dulu?",aku melihat rangga yang kebingungan bahkan merasa aneh mendengar pertanyaanku barusan. Ia mengeryitkan dahi dan lagi-lagi ia berhasil membuatku kagum. Rangga selalu tampil sempurna saat keadaan apapun.
"kamu kenapa harus nanya pertanyaan bodoh keg gtu sih lita? "
"ya,pengen tau aja apa tanggapan kamu",jawabku jujur.

Tiba-tiba hp rangga berbunyi...
Drettt... Drett... Drett..
"Bentar ya talita, aku mau terima telpon dulu",samar-samar kulihat tubuh rangga yang membelakangiku. Biasa anak minus, jadi gk terlalu jelas ngeliat apapun dan bodohnya gak bawa kacamata.
"lita, kayaknya kita harus pulang deh. Soalnya, aku ada urusan penting",ajak rangga saat selesai menerima telponnya tadi.
"emang ada urusan apa rangga?",rangga tidak menjawab pertanyaanku.

....
"udah dulu ya lita, jaga diri baik2,see you", saat rangga menurunkanku didepan rumahku. Rangga adalah pria yang sempurna, tak ada yang dapat menandingi kesempurnaannya. Namin, hal itu selalu saja membuatku semakin menjauh darinya.
"talita, sudah pulang nak? ",tanya mama yang duduk disofa cokelat tua. Aku mengangkat bahuku malas karna aku terlalu lelah utk hari ini.
"ma, lita masuk kamar dulu ya, lita capek",hari ini mungkin hari yang cukup indah karna aku bisa menghabiskan setengah hari bersama rangga yang lama tak kutemui lantaran sibuk dengan urusannya. Aku menyayangimu rangga, kau adalah pria sempurna yang pernah aku temui.



Hehehehe.. Maaf teman-teman kalo ceritanya gak terlalu bagus, soalnya baru mulai.. Ikutin terus yah ceritanya semoga kalian suka...

Dan, jangan lupa vote dan comment yah teman-teman... Terimakasih

Why You Come? Stories to obsess over. Discover now