"MICHELLE DENAYA WALKER KE RUANGAN SAYA SEKARANG JUGA!"
Teriak sang kepala sekolah dengan muka yang amat putus asa.
"Pak, gabaik lho pak marah-marah entar bapak cepet tua. Emang bapak mau cepet tua? Saya sih ogah. Lagian nih ya pak, kuping saya sakit denger bapak teriak hehe," ujar gadis si pembuat onar siapa lagi kalau bukan Michelle.
Michelle Denaya Walker, ya gadis cantik keturunan keluarga walker ini memang sering kali keluar masuk ruangan Kepala Sekolah dikarenakan guru BK yang tak sanggup lagi menanganinya sehingga, ini sudah menjadi sebuah hal yang wajar di pertontonkan.
"Kamu ini, kerjaannya membantah saja!cepat ke ruangan saya!" Tegas Pak Herdi, selaku kepala sekolah disini.
Michelle pun berjalan mengikuti sang kepala sekolah dari belakang, tak heran ia berjalan sendirian menuju ruang kepala sekolah. Jika kalian bertanya dimana teman teman Michelle?jawabnya, tidak ada. Fake friend. Michelle amat sadar itu. Mereka cumalah mengincar harta Michelle, juga kepopularitasannya. Michelle yang sempat terbodohi mau saja berteman dengan mereka.
"Pusing gue, kenapa hidup gue kaya di film-film aja sih, banyak banget drama. Tapi, bukan gue namanya kalo ga bisa lewatin itu semua." Tutur Michelle.
~~~~
Walaupun new bie, tapi masih mau ada yang baca. Tengkyu!!
Btw jangan lupa vomment okidoki!
YOU ARE READING
COMPLICATED
Teen Fiction"Pusing gue, kenapa hidup gue kaya di film-film aja sih, banyak banget drama. Tapi, bukan gue namanya kalo ga bisa lewatin itu semua" - Michelle Denaya Walker "Separuh jiwa gue itu lo. Jadi, sebanyak apapun rintangan, gue dan lo pasti bisa ngelewati...
