"Tidakkah kau ingin mencoba apa yang orang dewasa lakukan?"
.
[Corrupted Innocence]
Disclaimer: Densen Complex
.
Untuk alasan yang tak pernah Rin ketahui sampai umurnya genap sepuluh tahun, Tou-san dan Kaa-san selalu melarang Rin dan kakaknya, Len, untuk menyentuh remote tv terutama di waktu malam.
Gadis kecil itu sendiri tak pernah mencoba bertanya lagi. Dia tahu Tou-san dan Kaa-san pasti mencoba mengalihkan pembicaraan tersebut tiap kali ia menanyakan perihal tersebut, bersikap seolah pertanyaan demi pertanyaan itu tak pernah dilontarkan hingga Rin menyerah dan memilih untuk kembali diam saking jengkelnya. Disamping itu, Rin sudah terlalu bosan untuk mengulangi pertanyaan yang sama.
Pernah sekali Rin menyelinap di waktu malam dan menyalakan televisi dengan mengecilkan volumenya sampai nol, tapi perbuatan Rin dipergoki oleh Tou-san, tak ayal kedua orangtuanya pun marah besar. Sangat marah hingga ia dihukum tak boleh keluar kamar kecuali untuk sekolah dan makan. Seakan hukuman itu belum cukup untuk membuat efek jera, televisi di ruang tengah pun menjadi korban. Jadilah benda elektronik tersebut dipindahkan ke dalam kamar utama.
Semenjak saat itu, Rin tidak mau lagi mengulangi perbuatannya dan memutuskan untuk berhenti penasaran. Ia selalu takut pada ekspresi marah Tou-san yang membuatnya tak berani menatap, juga nada bicara Kaa-san yang sinis apabila tak suka dengan perbuatannya. Selama mereka tidak mengurungnya dan ia bisa menonton acara favoritnya, Rin sudah merasa cukup.
Lagipula dia hanya anak-anak. Mudah dibuat gembira dengan mainan, kartun dan permen lolipop sebagaimana bocah-bocah lain yang senang bermain dalam kotak pasir di taman meski Rin lebih suka diam di rumah dan membaca buku cerita.
Dan di usia sepuluh tahun itulah, Rin mulai mengetahui apa yang orangtuanya coba untuk mereka tutup-tutupi...
.
.
.
Beberapa anak laki-laki di kelasnya diam-diam membawa ponsel ke sekolah. Ada kalanya saat waktu luang, sebagian dari mereka berkumpul di pojok kelas, berkerumun tanpa ada satu pun yang tahu apa yang sekumpulan anak laki-laki itu lakukan kecuali mereka sendiri. Rin selalu memperhatikan dan wajah mereka seringkali memerah setelahnya.
"Jangan dekati mereka," kata Rana suatu hari, "Mereka menonton sesuatu yang tidak senonoh." lanjut gadis kecil bersurai dikepang itu dengan air muka jijik.
"Kau tahu apa yang mereka lihat?" tanya Rin.
"Oh, kemarin aku penasaran. Jadi kuminta Lui untuk memperlihatkannya. Jangan sampai kau melihatnya, Rin. Menjijikan," jawabnya dengan ekspresi yang membuat Rin semakin yakin kalau tontonan itu mungkin ada hubungannya dengan channel ataupun program terlarang di televisi yang mereka bilang belum cukup umur untuk ditonton olehnya. Tou-san sudah bilang bahwa Rin boleh menontonnya jika ia sudah dewasa nanti.
Jujur saja, Rin tidak tertarik. Lagipula apa, sih, acara yang hanya boleh ditonton oleh orang dewasa itu? Program-program yang sering ditonton oleh Tou-san dan Kaa-san seringkali berupa drama atau kuis yang membuatnya ketiduran di sofa tanpa sadar. Jadi yang ini pun pasti lebih membosankan lagi.
Waktu itu pasti datang. Ya, saat dimana Rin akan mengetahui apa yang selalu disembunyikan oleh orang dewasa.
Dan sayangnya, waktu itu datang terlalu cepat.
YOU ARE READING
Corrupted Innocence
Fanfiction"Tidakkah kau ingin mencoba apa yang orang dewasa lakukan?" . . . . . Ini bukan karya saya, saya hanya memindahkan fanfiksi ini tanpa izin dari sang author yang sudah quit/exit dari fanfiction :( Credit: sorallinaFactory
