satu

1 1 0
                                        

"Giiiiinn" teriak seorang gadis berambut blonde sambil berlarian dikoridor sekolah.

Sontak Gineva atau akrab dipanggil Gina itu mendongak, mencari arah suara tadi.

"Astaga Anissa" gumam Gina saat temannya itu sudah berada disebelahnya dengan nafas yang ngosh-ngoshan.

"huh.."

"apaan sih teriak-teriak ga malu?" tanya Gina sambil meledek.

"hehe iya juga. Duh malu gue jadinya, elo sih" jawab Anissa sambil cekikikan.

"emang ada apaan sih sampe lari-larian kaya gue artis aja"

"kepede-an" balas Anissa sambil mendorong pelan lengan Gina.

"ga ada.." ucapannya terhenti dan tatapannya beralih pada orang lain yang sedang berada dilapangan bermain bola.

Dan sontak Gina mengikuti arah pandangan Anissa penasaran. Gina memperhatikan satu-persatu cowok yang ada disana.

"ih siapa lagi yang diliat. Hantu?" ejek Gina tapi tidak dapat respon dari Anissa sama sekali alias dikacangin.

Anissa masih sibuk memperhatikan cowok itu. Cowok ganteng yang tidak terlalu tinggi tapi mempunyai pesona menarik dimata cewek disekolah ini, rambutnya yang berpotongan trendy saat ini dan selalu memberikan senyum ramah pada siapapun. Memang cowok idamanlah.

"gila, ganteng banget Gin" ucap Anissa penuh kekaguman.

"siapa sih?"

"itu tuuh.. Farid" ucapnya dengan senyum lebar, menggambarkan perasaan senangnya.

"Ciee.. Ciee, Farid nih ciee" Gina malah meledek temannya yang sedang jatuh cinta itu. Ia tertawa geli saat melihat senyum malu-malu yang ditunjukkan Anissa saat menikmati pemandangan cowok ganteng yang sibuk menggiring bola dilapangan.

"sikat aja" dukung Gina sambil menepuk bahu Anissa.

"enak aja main sikat-sikat, elo pikir dia cucian emak gue?" balas Anissa diiringi dengan pelolotan khasnya.

"iya-iya serah lo deh. Tapi diakan tipe yang suka bergaul tuh. Pasti banyak temennya, nah yang suka juga pasti banyak. Ya kali sama cowok kayak dia ga suka"

"lo suka sama dia?"

"gak lah! Bukan tipe gue banget" Gina membuang muka sok jual mahal.

"idih sok banget. Tapi gak papa deh. Gue mesti dapetin dia" ucap Anissa sambil mengepal tangan dan mengacungkannya ala pahlawan mau berjuang dipeperangan.

"gaya lo selangit banget" celetuk Gina mencibir gaya yang dilakukan Anissa tadi. "mau dapetin gimana coba. Bisanya cuman liat dari jauh doang"

Anissa meringis mendengar cibiran dari Gina. Ia tahu kalau memang ia cewek gengsian apalagi buat deketin cowok yang ia sukai.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 20, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

OurWhere stories live. Discover now