0.1

12 4 3
                                        

You don't even realize how much I love talking to you


"man, lo mau jajan ga? " ucap Davina kepada teman sebangku nya, Amanda.

" Ga ah, males gue vin, lagian juga gue belum ngerjain tugas basun nih, lo aja deh yang ke kantin" ujar Amanda sambil mengerjakan tugas bahasa Sunda, mungkin menyontek milik Davina lebih tepatnya.

"Yaelah, lo tega banget sih ngebiarin gue jajan sendirian. Nanti kalo tiba-tiba ada kakak kelas yang genit sama gue gimana? " Davina sambil memasang muka melasnya

" For your information ya vin. Nih yang pertama, lo itu udah biasa sendiri, yang kedua, ga mungkin ada kakak kelas yang genit sama lo, nengok ke lo aja kayanya impossible deh. "  kata Amanda masih tetap menyontek tugas dari buku Davina.

"Ah yaudah deh, gue ke kantin sendiri, kasian cacing cacing di perut gue udah pada minta makan."

" Sana gihh, oiyaa gue nitip es teh yaaa, gue haus banget sumpahh. Tugas basun ini membuat ku dehidrasi "

" Ah lebay lo"

Akhirnya Davina pun pergi ke kantin seorang diri. Selesai mengisi perutnya dengan sepiring somay, dia teringat pesanan Amanda. Ia pun pergi ke tukang es langganannya

"Bang, es teh nya satu yaa, es batu nya dikit aja ya."

"Siap neng. "

" Makasih ya Bang. " ujar Davina sambil memberikan selembar uang dua ribuan.

Saat membalikan badan, ia tidak sadar ada seorang kakak kelas yang berada di belakang nya. Dan alhasil es teh yang berada di tangannya jatuh tepat di baju kakak kelas tersebut. Namanya Dimas, dia adalah ketua OSIS.

"Eh, ma-maaf kak. Ga sengaja" ucap Davina terbata bata. Jantungnya berdegup kencang. Tangannya dikibas kibas dibaju Dimas. Beberapa detik kemudian, tangannya di tahan oleh Dimas.

"Makanya hati hati ya." Dimas malah memberikan senyum

"Te-terus baju kakak gimana? " Davina masih terbata bata. Dimas adalah orang yang terkenal jarang berbicara dengan adik kelas, kecuali yang sesama OSIS. 

" Yaudah gapapa, tadi kan juga udah bilang ga sengaja. Oh iya, kamu kelas berapa? " tanya Dimas

" Oh iya, nama aku Davina kak, kelas 10 MIA 3. " Davina mengulurkan tangannya.

"Kalo.." belum sempat Dimas melanjutkan kalimatnya, sudah dipotong oleh Davina

"iya, kakak namanya Dimas kan, Kelas 11 MIA 6?" Kata Davina sambil melepaskan jabatan tangannya

"Kok tau? "

" Yaiyalah, satu sekolah juga tau kakak itu siapa, kan kakak itu ketua OSIS. Heheh " Davina yang awalnya terbata-bata, kini terlihat lebih santai. Tiba-tiba bel tanda berakhirnya istirahat pun berbunyi.

" oh gitu, yaudah deh. Kamu balik ke kelas sana. Udah bel tuh. Hati hati ya. " ucap Dimas.

"yaudah aku ke kelas duluan ya kak. Hehe iya kak." 

Davina pun kembali ke kelasnya. Sambil senyum senyum sepanjang jalan menuju kelasnya.

" Demi apa gua ngobrol sama kakak kelas idaman guee. Diingetin buat hati hati lagi. Bahhh surga duniaa"

-----
Hayy semwaa, ini adalah cerita pertama aku di wattpad
Doain supaya ga mag

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 30, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Talking To You Where stories live. Discover now