Ceritanya waktu itu aku ikut audisi lomba disekolah, lebih tepatnya lagi lomba fotografi. Entah secara kebetulan atau memang tidak ada yang minat, kandidatnya hanya dua orang, yakni aku dan salahsatu siswi kelas MIPA di sekolahku. Hari itu cuaca tampak cerah dan membuat aku ingin memotret sesuatu di sekitar sekolah untuk inspirasi bahan lomba nanti, lalu aku pergi ke lapangan untuk memotret anak-anak klub yang saat itu sedang bermain basket. Sial, sesampainya disana kameraku mendadak blank menghitam dan tidak tampak apapun dilayar. Aku berupaya mencari solusi permasalahannya dengan mengotak-atik menu setting di kamera, belum sempat aku menemukan solusinya tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku.
“Kamu Luky ya? Ikutan lomba fotografi juga?” Ternyata yang menepuk pundakku tadi adalah Azizah, siswi kelas MIPA yang sama-sama mengikuti lomba fotografi.
“Eh iya iya hehe” Sahutku sembari kembali mengotak-atik kamera.
“Muka kamu ko kaya yang bingung gitu sih ky? Ada apa?”
“Ini nih kameranya gak tau kok tiba-tiba ngeblank kayanya rusak deh”
“Kok bisa gitu sih? Sini coba aku liat”
Azizah lalu melihat-lihat kondisi kameraku dan berupaya mencari permasalahan yang sama.
“Hm kamu sih ky, masa sih juara fotografi tingkat provinsi sampe lupa cara ngebuka tutup kamera? Hahaha kamu tuh ya”
“Eh hehe iya maaf aku engga hm anu”
Entah kenapa rasanya lidah sulit untuk berkata.
“Hahaha udahlah engga apa-apa yang penting kamera kamu sekarang udah jalan lagi kan? Eh iya aku mau ke perpustakaan dulu ya mau balikin buku nih”
“Eh iya iya makasih ya”
“Sama-sama”
Azizah lalu pergi ke perpustakaan, sementara itu aku masih terdiam dan menahan tawa akan kejadian tadi.
YOU ARE READING
BERJUMPA TANPA MENEGUR SAPA
Teen FictionPerjalanan hidup Luky yang berliku, punya harap yang besar akan cinta dan cita-cita.
