Jambul Tinggi?

746 61 1
                                        

Empat Lelaki tampan sedang berjalan dengan tampang songongnya, dan sesekali membenarkan jambulnya yang turun karna kurang minyak rambut, hemat katanya.

"Eh.. Bebek.. Bebek kaki satu"Ucap salah satu dari mereka karna menabrak kaki kursi panjang yang ada di koridor.

"Eee.. Li.. Hati hati.. Hati hati"Ucap temannya sambil memegang jambul temannya yang ingin terjatuh.

"Ah! Gegara lo bedua, gue gagal tebar pesona! Turun pamor kita gegara bebek kaki satu"

"Tau ih! Si Ali. Kalo latah yang elit dikit dong! Kek nyebutin ukuran otong lo atau apaan gitu. Lah ini?Bebek kaki satu"Ucap lelaki yang memegang jambul Ali tadi.Sambil melepas pegangannya pada jambul Ali, sehingga Ali yang belum berdiri dengan sempurna terjatuh.

"Aduh Bego! Kaki gue tinggal satu!"Ucap Ali karna terjatuh.

"Ah gausah jadi orang bego deh! Buru ke kelas"

"Ayo kekelas"Ucap salah satu dari mereka yang paling suka sama Ice Cream.

•°•°•°

Ali, Nico,Alan, dan Arkan empat serangkai yang punya jambul terangkat biasa disebut Super Boy karna ketampanan mereka yang super, dan kelakuan mereka yang super juga.

"Eh! Liat geh jambul gue tinggi banget!Yagusti, mama ngidam apa pas hamil Ali? Ali kok bisa seketjeh ini?"ucap Ali sambil memainkan jambulnya

"Jambul gue juga tinggi"Ucap sahabat Ali ogah kalah.

"Eh! Hati Hati nanti jambul lo tinggal tinggi sebelah karna digunting pak Subrata!"

"Eh! Prilly, apakabar? Baik apa gila? Ih makin imoet deh"

"Najisin lo Li! Lebih menjijikan daripada ngeliat Ice Cream Arkan yang rasa telor"Ujar Alan sambil membenahi jambulnya

"Udah deh! Daripada ngebahas yang gapenting mending kita menikmati Ice Cream"Ucap Arkan sambil menjilati Ice Creamnya.
"Udah ah! Gue mau nyari zara aja dibanding gabung sama para crazy crazy boy disini"Ucap Prilly sambil menggibaskan rambutnya lalu keluar dari kelas.

"Ah! Gue ditinggal doi lagi"Ucap Ali dengan mata berair menahan tangis.

"Duh cup.. Cup.. Cup.. Anak mama arkan jangan nangis yaa.. Ini Ice Cream mama masih"Ucap Arkan sambil menaruh Ice Cream bekas mulutnya di jidat Ali.

"Huaa.. Doii"Ucap Ali sambil melempar Ice Cream milik Arkan kearah Tong sampah. Dan segera menghampiri alan untuk meminjam jambulnya untuk mengelap sisa Ice Cream yang ada dijidatnya.Dan segera berlari kebangkunya untuk menangis.

"Eh Ali! Jangan nangis oke jangan nangis!. Tarik nafas lalu buang, tarik nafas lalu buang dan jika bayi dalam perut bapak sudah menendang segera mengejan! Ayo Pak!"Ucap Nico sambil menarik jambul Ali sehingga kepala Ali mendongak keatas.

Sedangkan Arkan tetap sibuk pada Ice Creamnya dan Alan sibuk dengan jambulnya yang terkena Ice Cream.

"Aduh bego! Jambul gue!"Ucap Ali sambil mendorong Nico sehingga Nico Mendarat mulus dipangkuan Alan. Yang tepat Duduk membelakangi Nico yang sedang berdiri.

"hah?! Nico Alan?Ka.. Kalian?Aaaaaaa...Nic.. Hmptt"Sebelum Arkan melanjukat omongannya Nico segera membekap mulut Arkan, dan Alan segera membekap hidung Arkan. Sedangkan Ali masih menangis meratapi jambulnya dan doinya.

"Hmmptt! Hbniskashdjialala"Ucap Arkan Tak jelas dengan muka memerah.

"Eh dodol! Nanti Arkan mati! Abis nafasnya, kalo dia mati kita mau minta Ice Cream sama siapa?"Ucap Ali setelah berhenti dari tangisnya, dan berhasil membuat Nico dan Alan melepaskan tangan mereka yang memenuhi wajah Arkan.

"Hufftt... Huftt... Ii.. Cee.. Cream.. Gue huft.. Huft.. jatoh"Lirih Arkan sambil menunduk melihat Ice Creamnya yang ada dibawa kakinya.

"Yang sabar ya bos!"

"Huft.. Huftt.. Kaliann! Kalian telah membunuh Ice Cream ku! Coba bayangkan itu persediaan terakhir!"Ucap Arkan menggebu gebu sambil menarik jambul Alan dan Nico.

"Woyy! Udah bel! Buru duduk! Pak Tarjo dateng!"Teriak Ali Berhasil membuat tarik menarik jambul sahabat sahabatnya itu selesai. Dan mereka segera duduk ditempat masing masing dengan jambul acak acakan.

°•°•°•

"Bu Es tehnya empat sama Nasi gorengnya dua dan baksonya dua jangan lupa Ice Creamnya lima bungkus ya bu"

"Iya Tong"

"Eh mau liat foto nico yang cakepz bat kagak?"Ucap Ali sambil mengutak atik HandPhonenya.

"Mana? Mana? Umaygat! Foto gue emang selalu cakep deh ya"Ucap Nico PD sambil membenahi susunan alis tebelnya.

"Nih"Ucap Ali sambil memperlihatkan foto Nico yang ada di HandPhonenya.

"Ini kayaknya Nico mau boker tapi closetnya lari"Ucap Ali dengan nada sedihnya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Ini kayaknya Nico mau boker tapi closetnya lari"Ucap Ali dengan nada sedihnya.

"Ya Allah! Punya sahabat bego, bego banget Ya Allah"Ucap Nico sambil membenturkan kepalanya di meja kantin.

"Greget Co sekalian begini"Ucap Arkan sambil membenturkan kuat kuat kepala nico dan menahannya.

"Aduh! Benjol"Ringis Alan yang melihat jidat Nico setelah dia mengangkat kepalanya.

"Nih Tong! Pesenannya! Dimakan biar ibu kagak payah payah ngebuangnya"Ucap ibu kantin yang tiba tiba datang.

"Iya bu"

°•°•°•

"Eh liat g

Dja dja dja iya kok tau feelnya gadapet sama sekalii.. Pendek? Iya sengaja😂 kalo suka dibacaa yaa. Kalo gasuka tinggalin aja😂. See you next part gaes😉mwahh😘😂

Super BoyWhere stories live. Discover now