Setumpuk artikel-artikel memenuhi meja salah satu namja di kelas 2-A yang didominasi bercat putih bersih. Kelas tampak lenggang karena bel tanda istirahat baru saja menggema tanda kebebasan bagi haeksaeng-haeksaeng dengan wajah bosan akibat mengikuti pelajaran. Meski waktu istirahat cukup singkat hanya 20 menit.
Artikel-artikel itu menjadi tugas pertama semenjak tahun ajaran baru. Yang akan memenuhi mading di setiap dinding kelas yang cukup luas dengan tataan yang begitu rapi.
Tap.
Tap.
Tap.
Derap langkah seorang namja tampan yang baru saja memasuki ruangan seraya bersiul senang karena berhasil membuat cacing dalam perutnya diam, sedari tadi menahan lapar saat jam pelajaran berlangsung. Hatinya cukup gembira meski keringat mengguyur di sekujur wajah tampannya. Namja itu mengibas ngibaskan buku catatan kecil pada wajah dan lehernya sembari mengecek setumpuk artikel dari berbagai versi yang tertumpuk indah di mejanya.
Kim Taehyung nama namja tampan itu. Entah dari mana datangnya, Ia seperti malaikat yang jatuh dari surga. Wajah yang tampan. Alis tebal membahana. Senyumnya begitu menggoda, jika kalian melihatnya mungkin akan meleleh seketika. Daebak! Namja itu sangat imut dan juga menggemaskan. Bahkan tidak sedikit yeoja yang sengaja datang pagi-pagi hanya untuk meletakkan sesuatu di kolong mejanya. Mulai dari makanan, bunga, coklat, surat cinta dan masih banyak lagi. Baru-baru ini Taehyung mendapati jam tangan dihiasi berlian putih yang terukir namanya. Sungguh beruntung. Taehyung hanya tersenyum melihat kelakuan para yeoja yang begitu terobsesi padanya.
"Aish.. bisa-bisanya dia membuat artikel tentang diriku." Keluh Taehyung disela-sela kesibukannya. Mungkin Ia akan sangat sibuk dikedepannya, karena Ia adalah seorang ketua kelas. Taehyung tidak pernah menginginkan menjadi ketua kelas. Hal itu terpaksa Ia lakukan karena chingu nya yang begitu ngotot. Taehyung membolak-balikkan artikel itu. Nihil. Taehyung tidak menemukan nama penulisnya.
"Tanpa nama?" Cengangnya dengan membulatkan mata indah yang dihiasi bulu mata lentik.
Brukkk..
Sesuatu telah menubruk meja Taehyung yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pintu masuk.
Meja yang tertata rapi di depan Taehyung seketika ambruk. Begitu juga dengan artikel-artikel berserak dimana-mana. Gadis itu sudah berada tepat di atas tubuh Taehyung. Deg! Manik hitam mereka bertemu. Cukup lama mereka saling pandang.
"Mianhae.. sepertinya aku salah memasuki kelas." Ucap gadis dengan senyum kelinci itu seraya bangkit dari posisi women on top-nya.
Gadis berambut kecoklatan yang digelung sembarang itu segera melesat dan menghilang dibalik pintu. Taehyung yang memperhatikan kepergian gadis itu berdecak heran. Ia membeku. Tak ada angin tak ada hujan bagaimana bisa gadis dengan ukuran tubuh yang mungil membuatnya jatuh begitu saja. Taehyung merasa Ia begitu lemah dibanding gadis tadi. Taehyung bangkit dengan membersihkan seragam yang terlihat kotor dengan tangannya.
"Yakk! Daebak! Gadis gila itu menambahkan pekerjaanku!" Sesegera mungkin Taehyung merapikan artikel-artikel dan mendirikan mejanya.
'Nuguya? Gadis itu terlihat begitu asing' batinnya.
***
"Waeyo? Kau terlihat kesal hari ini." Tanya Jungkook sahabat Taehyung yang tak kalah tampannya. Jungkook adalah sahabat dekat Taehyung sejak kecil bahkan mereka bersekolah di sekolah dasar yang sama, sekolah menengah pertama yang sama, dan kini juga di sekolah menengah atas yang tidak berbeda. Jungkook mengetahui hal-hal kecil yang disukai dan tidak disukai Taehyung. Termasuk warna pakaian dalam yang disukai Taehyung. Berlebihan. Seperti saat ini Taehyung hanya menampilkan senyum kecut di wajah tampannya. Pertanda ada yang membuatnya kesal. Setidaknya itulah yang Jungkook pikirkan.
BINABASA MO ANG
Boy In LUV
FanfictionTaehyung pria berusia 17 tahun yang memiliki ketampanan diatas rata-rata mampu menggait ratusan bahkan ribuan wanita dari seluruh alam semesta. Karisma yang dipancarkan menyejukkan setiap insan, bagaimana tidak? Sifat yang lemah lembut dan begitu ma...
