Liat yang di mulmed atas
Castnya Adelia
3 Tahun yang lalu
Plakk sebuah tamparan keras dilayangkan ke wajah Adelia
"Perempuan Brengsek!" Makinya dengan geram
Adelia memegangi pipi kirinya yang terasa panas akibat tamparan keras dari lengan kokoh laki-laki tersebut. dan darah segar yang mengucur dari bibirnya yang mungkin sudah sobek.
"Bapak udah puas? Apa Bapak mau nampar saya sekali lagi sebelum bapak menandatangani cek ini?"
Adelia tersenyum menyeringai sambil mengusap darah yang keluar dari bibirnya.
"Kamu perempuan terkejam yang pernah saya temui! Apa kamu tidak punya hati hah? Kamu ular!" Makinya dengan rahang mengeras.
"Terserah bapak mau bilang saya apa, saya cuman butuh uang, dan segera tandatangani cek ini kalau bapak tidak mau foto-foto perselingkuhan bapak beredar!" Adelia mengeraskan suaranya
"Kamu gila? 2 Milyar? Untuk hal yang tidak pernah saya lakukan? Kamu dan teman ularmu menjebak saya!"
"Menjebak? Lo berpikir dulu gak sebelum lo ngomong? Kalo lo beneran sayang sama keluarga lo itu lo gak bakal nidurin perempuan lain! Semua laki-laki itu sama, kelemahannya cuma karena wanita! Dan lo udah terjebak sama kelakuan bejat lo sendiri huh?!
"Bejat kamu bilang HAH? Saya sedang Mabuk dan saya sedang ada masalah berat yang tidak bisa saya selesaikan, itu kenapa saya berada di Club Malam dan menegak minuman beralkohol, demi Tuhan saya mencintai keluarga saya Nona, saya cuma mabuk." Balasnya lirih kemarahannya berubah menjadi kelemahan dan bulir-bulir airmata menetes dari mata lelahnya.
"Air mata buaya tuh Del, ingat jangan percaya sama mulut laki-laki." Timpal Seorang wanita berusia 20 tahunan sebaya adelia yang sedaritadi duduk santai di ranjang memperhatikan perdebatan Adelia dengan lelaki yang berumur 40 tahunan itu.
Laki-laki tersebut tiba-tiba bersimpuh di kaki Adelia
"Saya Mohon Nona, maafkan saya, saya tidak berniat meniduri teman nona itu." Laki-laki itu berkata sambil menunjuk ke arah Rebecca yang masih setia duduk manis di atas ranjang dengan balutan selimut putih yang menutupi tubuh telanjangnya.
"Setelah lo nikmatin tubuh gue, lo bilang maaf dengan segampang itu?, heh bagus banget acting lo TUA!" Balas Rebecca dengan tersenyum menyeringai.
"Udah lo gak usah alesan deh Pak, sekarang lo tandatangani cek ini." Adelia menyerahkan selembar cek bernominal 2 milyar kepada lelaki tersebut.
"Saya mohon nona ini uang terakhir saya, yang akan saya gunakan untuk membangun usaha bisnis kembali, saya sudah bangkrut, kasihani nasib keluarga saya, saya masih punya anak dan istri yang harus saya pertanggung jawabkan." Ujarnya dengan airmata berderai
"Gue Adelia gak bakal terpengaruh dengan omongan laki-laki, dulu juga bokap gue mohon-mohon sama nyokab gue bakal berubah, nyatanya apa? Bokap gue selingkuh lagi dan lagi, sampe akhirnya nyokab gue lebih milih bunuh diri ketimbang ngurus gue sama adek gue, lo kira gue bakal kasian sama lo!? Balas Adelia dengan bentakan.
Pria tersebut tersenyum lirih
Dan mengambil cek yang disodorkan Adelia, menunduk sebentar dan menangis dalam diam, kemudian mengambil bolpoint dari sakunya, menandatangani cek terakhirnya senilai 2 milyar. Pupuslah semua impiannya, usahanya semalam berakhir petaka, dia memberanikan diri menemui orang yang sangat di hidarinya di Club Malam, hanya untuk meminjam uang untuk memulai bisnisnya kembali, sampai dia mabuk, memang dia mendapat cek senilai 2 milyar, tapi tau tau yang terjadi, pagi harinya dia mendapati dirinya berada di kamar hotel dengan wanita muda yang tidur disampingnya dengan pakaian yang berserakan di lantai. Dan sekarang dia tau hidupnya sudah berakhir sampai disini. Wanita tersebut memfoto adegan yang mungkin mereka lakukan tadi malam. Menghubungi Temannya yang baru dia ketahui bernama Adelia.
Dan mengancam membeberkan fotonya kepada keluarganya, tidak dia lebih baik mati ketimbang istri yang sangat dicintainya terluka dan meninggalkannya.
YOU ARE READING
BAD LIAR (ONGOING)
Romance"You're such a Bad Liar " Renhard menarik tubuh Adelia dengan paksa dan melumat bibir merahnya dengan rakus. Mata Adelia membulat tubuhnya menegang seketika, kesadarannya mulai hilang dibalut emosi aneh yang membuncah dan bergejolak didalam dadanya...
