Dua tahun telah berlalu, menyisakan luka yang tidak pernah layak aku tangisi. betapa sangat tidak layak aku mendapat ingatan pahit sewaktu itu.
Aku bukan tak mampu mencari yang aku sukai lagi, namun sepertinya aku terlalu malas untuk memulainya lagi. Sangat malas untuk dikecewakan (lagi)
Sebenarnya aku takut, takut akan hal serupa yang terjadi seperti hari kemarin.
Sejujurnya, hal yang terjadi kemarin tidak pernah membuatku sakit hati, hanya saja menumbuhkan rasa benci yang tertanam dalam dihatiku, yang (mungkin) hingga detik ini aku masih enggan memaafkan.
Mengingat begitu banyak aku dibohongi, tidak dipedulikan, perjuangan yang tak pernah dihargai, pemberian yang dihempas begitu saja tanpa pernah tau arti dari barang tersebut, dan kukira hal manis hanyalah ilusi.
Bukan kah itu semua pahit?
Mungkin jika kau menjadiku, aku yakin kau takan sanggup.
Karenanya, aku tidak berani lagi menyukai seseorang. Kupikir, semua laki-laki sama.
Aku tidak mau menyukai lelaki lagi karena saat ini, ketika aku mencoba menyukai lelaki lain, lagi-lagi dia menggoreskan luka yang jauh lebih dalam. Sangat membuatku malu. Dan sekarang aku semakin membenci lelaki, benarkah lirik all those fairytale are full of shit itu nyata?
Ah, sepertinya aku butuh waktu
November 2014
ESTÁS LEYENDO
Memorial
Romanceseseorang pernah berkata: untuk mengetahui apakah kau benar-benar tulus mencintainya atau hanya terobsesi adalah, ketika rasa rindu itu tidak pernah berkurang, sekalipun berbulan-bulan kau tidak bertemu, tidak saling mengirim pesan, namun getaran it...
