Fin.. ke kelas gue sekarang, gue butuh lo.
Setelah membaca pesan darinya, buru-buru aku ke kelasnya, tanpa menghiraukan panggilan dari kedua sahabatku Mikha dan Asya yang kutinggal begitu saja di kantin. Setelah aku menuju ke kelasnya, aku langsung menemukannya duduk dan menundukkan kepalanya keatas meja. Dia..
Dia adalah bintangku, yang membuatku khawatir saat ini akan keadaannya.
Arga Dewa Prasetya
"Kenapa Ga?" Tanyaku sambil menepuk-nepuk kecil pundaknya, dia pun terbangun, menatapku dengan tatapan yang sendu.
"Finda..." ucapnya sendu, menghiraukan pertanyaan dariku tadi.
"Iya, gue disini. Lo kenapa?" Masih berusaha menyembunyikan raut wajahku yang khawatir padanya.
"Gue putus" aku tidak tau apakah harus senang atau sedih. Senang karena dia akhirnya terlepas dari playgirl yang sekarang menjadi 'mantan' nya itu dan sedih karena melihatnya terluka.
"Kok bisa?" Lagi lagi aku bertanya yang hanya dijawabnya dengan dengusan kasar.
"Dia mutusin gue, karena dia cemburu ngeliat lo yang selalu ngintilin gue" alasan yang cukup logis sih sebenarnya, tapi apa benar alasan yang sebenarnya adalah itu. Bukan karena ada cowok lain kan?
"Lo yakin? Gue juga kayanya gak ngintilin lo terus deh, dianya aja yang lebay. Itu tuh sebenernya cuma alasan palsunya aja Ga, gue tau alasan yang sebenernya tuh karna dia CLBK lagi ama Bram" ucapku meyakinkannya
"Udahlah bodo amat, yang penting sekarang, gue butuh lo untuk ngehibur gue, sahabat lo yang lagi patah hati" 'SAHABAT' aku mendengus dalam hati iya hanya sahabat kok.
"Hibur apa sih Ga?" Ucapku sok imut
"Ya terserah dah" ucapnya masih dengan tampang bad mood. Kenapa jadi aku yang sakit ya ngeliat dia yang kayak gini.
"Yaudah deh, lo gue traktir makan dikantin, kurang baik apa coba gue sama lo Ga?" Ucapku sambil tertawa.
"Hm boleh juga tuh, kebetulan tadi gue lupa sarapan hahaha" tawanya membuatku bahagia, sedihnya membuatku sengsara. Teruslah tertawa seperti ini sayangku.
Anjirrrr gak jelas banget astagaaaa. Gatau mau ngomong apaa, tapi tq ya buat yang udah mau baca cerita s.a.m.p.a.h gue ini. Lol
YOU ARE READING
It's Hurt
Teen FictionDia.. Tanpanya semua berbeda, tanpanya semua tak lagi sama. Dia.. Bagaikan bintang yang menghiasi kegelapan, dan aku lah sang kegelapan itu. Tanpa bintang, kegelapan hanyalah hal yang tak diinginkan. Oleh karena itu, aku membutuhkannya untuk menghi...
