Trauma Get Healed

461 8 5
                                    

"Sekarang jelaskan,apa yang kau punya"kami duduk bersandar di balik pagar atap merasakan hempasan angin yang datang menyapu surai kami,

"....A-aku...aku bahagia karna masih ada orang yang menyukai ku,"dia mulai bercerita dan aku hanya memandanginya,suarinya yang bergoyang layaknya rumput...membuat ku tersipu,"jadi saat aku SMP tepatnya saat kenaikan kelas 8,aku mendapat Ranking 1 tingkat sekolah,kemudian Kakakku,Arata Hiromaru mengusulkan untuk berlibur ke Pantai bersama dan merayakan pencapaianku,kami senang pergi ke pantai dengan pasir keemasan dan laut biru,"

"Tunggu,tunggu,tunggu....Arata Hiromaru? Mengapa nama kakakmu sama dengan mu?"tanyaku heran sambil menoleh kearahnya.

"Saat itu,kami sedang mencari kulit kerang di tepi pantai,saat itu ombak sedang tenang,kemudian saat aku tersadar aku melihat tanda dilarang mendekat di daerah Konstruksi Vila tepi pantai,"

"Tunggu kau belum menjawab pertanyaanku,kenapa nama kakakmu sama denganmu?"dia tak menanggapi ku,hiss!...palingga dijawab dulu kek.

"Kemudian salah satu beton yang diangkut mesin Crane jatuh dan hampir menimpaku,Onii-chan mendorongnku menjauh, membiarkan dirinya di timpa beton,darah ada dimana-mana tanganku,kakiku bahkan wajahku, aku membeku,melihat Onii-chan sudah tak bergerak,kemudian aku jatuh pingsan."

"...aku minta maaf karna mrmbuatmu menceritakan hal menyedihkan itu...maaf."ujarku sambil menggaruk tengkukku.

"Tak apa,aku sudah mulai bisa merelakannya,tetapi aku masih belum selesai,saat aku terbangun di kamar ICU,aku melihat kedua orangtuaku bertengkar,Ayahku menampar Ibu,dan melempar kertas berisi tanda tangan ke wajah Ibuku....
Seminggu lebih ibuku menangis, menangisi kepergian Kakak dan Perceraiannya,saat itu mungkin Ibuku tersadar,'bukan aku yang harus disalahkan,ini karna mu anak tak berguna,kau merebut kebahagian ku,kau bahkan membunuh kakakmu,dasar SAMPAH!'
Saat itu pula,kesedihan Ibuku berubah menjadi Kemurkaan tak berujung."

"...itu tak manusiawi kau tahu,apa kau sudah melapor kepada Komnas HAM,aku yakin mereka akan memberi solusi kepada mu."balasku sedikit meninggikan suaraku.

"Aku tak bisa melakukannya..." Ratapnya sedih kearahku,matanya berkaca-kaca,sesuatu yang berat harus ia tanggung sendiri...

"Kenapa!"aku berteriak yang seharusnya tak pantas untuk keadaan saat ini.

"Kalau aku melanggar perintahnya,aku akan mendapat hukuman dari Ibuku,aku pernah minta tolong pada tetanggaku tetapi Ibuku membentakku, menghinaku, bahkan mencambukku,aku tak tahu lagi harus apa."dia... Hiro mulai menitihkan Air matanya lagi,tetapi kali ini terkesan lebih berat.

"KALAU KAU TAK BERTINDAK,KAU AKAN TENGGELAM DALAM KAPAL YANG SAMA DENGAN IBUMU,KAU PAHAM!"maaf rada Tensi gue.

Hiro sedikit tersentak,dan menunduk....

"....ya ampun....begini saja,kau pulang ke rumahmu dulu dan aku akan kerumahmu dengan Komnas HAM, tak usah takut,karna sekarang kau tak sendirian lagi..."kemudian aku memihat pelan pergelangan tangannya dan memberikan senyuman ku.

"....Apa aku akan terhitung sebagai anak yang membangkan?"

"...tidak,tidak mungkin,karna aku yakin ibumu akan diberikan Terapi,dan bukan di penjara, percayalah padaku!"Aku memegang dagunya,memaksannya menatapku, "lihatlah mataku,mata ini tak akan pernah berbohong padamu." kemudian ia memejamkan matanya dan berkata,
"aku akan Percaya pada Ryou....maaf aku selalu membuatmu melewatkan jam istirahatmu,aku harap aku bisa membayar perbuatanku padamu."

"Kau tak perlu buru-buru,untuk sekarang kita harus selesaikan urusanmu terlebih dahulu" ujarku,berdiri dan mengulurkan tanganku.

Dan Hiro menyambut tanganku,dengan senyuman yang tak pernah aku lihat dari dirinya.

Lo Tuh Gak Ngerti Ya, I Love You Bego! (BxB)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang