Terdengar suara bel berbunyi. "KRING.... KRING....Kring.."
Aku sangat lah membenci sekolah karena walaupun aku ini Gadis tercantik disana aku sangat membenci sekolah. Ini gila!!!disekolah banyak sekali hantu hantu yang membuatku muak.
Waktunya berangkat sekolah sudah tiba. Jam menunjukkan jam 08.00. itu harus kutahan walaupun kau melihat banyak hantu yang membuatku gila! Aku harus memalingkan wajahku agar mereka tidak tahu jika aku bisa melihat hantu. Dasar hantu sialan!!!.
"Hai cantik!!selamat pagi!!"
Ku lirik wajah seorang lelaki berbadan kekar yang ada di depan mataku. Aku tahu bahwa dia menggodaku dengan godaan yang biasa dia lontarkan kepadaku...muak rasanya menjadi cewek cantik,pintar,kaya,manis dan disukai banyak lelaki di banyak tempat umum.
"Hai...selamat pagi juga..." Kusapa dengan lembutnya. Tanpa kutatap wajahnya yang terlihat menjengkelkan.
"Apa kau mau kuantar menuju kelas cantik? Kau mau?"
Kata-kata yang ia lontarkan membuatku ingin pergi dari sana.
"Tidak...aku bisa berjalan sendiri lagian kelasku tidak jauh dari sini"
"Hei...cantik...kau jangan menolak perkataan cowok tertampan di seluruh sekolah ini kau akan menyesal ayaolah..."
"Hentikan...banyak yang ingin mengantarku bukan kau saja...ingat itu..."
Amarahku mulai membara layaknya sebuah gunung berapi yang ingin meletus.
Aku pergi dari situ tanpa sengaja dia menggenggam tangan ku. Tak sadar r aku tertarik kebelakang tepat didepan wajahnya yang sangat-sangat membuatku ingin menamparnya.
"Apa yang kau lakukan? Hentikan!!!"
"Aku tidak akan melepaskan mu cantik..."
"Hentikan...aku mohon sebelum banyak yang melihat, jika kau berbuat seperti ini aku tidak akan memaafkannya"
Aku tidak akan mengampuninya yang telah melecehkan seorang gadis berumur 17 tahun yang tak tahu apa-apa.
Dia menatapku Dengan tatapan yang menggodaku layaknya parfum mawar.dia menarik tasku yang berwarna pink dan putih itu.
Aku mencoba melepaskannya.
"Aku mohon rey,hentikan...kau tidak tahu bagaimana jika aku memanggil ayahku kesini? Apa kau mau?"
Rey pun melepaskan tanganku dari genggamannya. Aku segera berlari pergi meninggalkannya.
Aku berlari hingga menuju ke sebuah pohon yang amat besar. Terlihat seorang anak kecil laki-laki sedang duduk sendirian disana.
Dialah Henry adik kandungku.
"Hei..Henry? Apa kau itu? Kenapa kau tidak sekolah? Apa sudah masuk?"
Aku bertanya pada Henry
"Aku takut..."
"Takut? Ada apa? Kau tidak biasanya pergi ke pohon ini? Lihat banyak guru-guru yang sudah mencari mu"
"Tidak dia bukan guruku..."
"Apa??"
Aku melihat kearah sekolah Henry yang berdekatan dengan sekolahku. Aku melihat seorang guru wanita yang mempunyai wajah pucat dan seperti bukan manusia.
"Ada apa dengan gurumu?"
"Aku...menemukan nya sudah tidak bernyawa di dekat gudang ketika aku sedang berlari. Lalu aku melihat kearah guruku, wajah dan bajunya sama...."
"Apa? Apa dia..."
Aku tanpa sadar langsung memeluk Henry yang sedang bersedih. Aku melihat dirinya yang sedang memegang Secarik foto. Aku merebut foto itu dari genggamannya dan terlihat foto itu foto gurunya bersama dengan henry
"Apa ini...foto gurumu?"
Henry mengangguk dan melamun. Aku melihat kesedihan adikku yang merasa kehilangan guru yang selama ini dia sayangi.
Aku memegang tangannya dengan erat dan memeluknya. Walaupun jam pelajaran berlangsung aku harus menghentikan kesedihan nya.
"Henry, kembali lah semua orang mencari mu ingat jika kau melihat sosok hantu gurumu pura-pura lah tidak tahu apa-apa okay...hentikan jangan bersedih"
Aku melepaskan pelukannya.
Henry pun tersenyum manis layaknya buah Cherry yang merah dan matang. Dia berlari kembali ke sekolahnya, aku tahu sulit menjadi seorang yang bisa melihat hantu seperti ku dan Henry tapi Henry masih kecil dan aku bisa melihat hantu ketika berumur 10 tahun,henry bisa melihat hantu ketika berumur 3 tahun.
Aku berjalan menuju kelas tampak jam pelajaran pun sudah berlangsung. Aku mulai membuka pintu kelas dengan sikap ramah.
"Permisi,maaf saya terlambat..."
"Nona Hayley silakan masuk dan kenapa kau terlambat?"
"Aku tadi harus membereskan buku perpustakaan yang berantakan disana karena salah satu lemarinya roboh"
Aku terpaksa berbohong. Walaupun aku sangat lah takut jika tidak beralasan yang logis karena sekolah itu adalah sekolah milik ayahku dan begitu juga jika aku berkata jujur aku akan terkena amarah ayah.
Aku sangat membenci sekolah yang tak beralasan ini. Dimana setiap aku berjalan-jalan di sekitar lokasi sekolah pasti ada hal-hal yang tidak aku inginkan.
Salah satunya di kelasku ada seorang entah wanita atau pria semuanya hitam tertutup sesuatu dan itu membuatku seperti merasa ingin mendekatinya. Aku benci sesuatu yang menggelikan.
"Baiklah nona Hayley silakan duduk"
Aku beranjak ke tempat duduk. Tempat duduknya berada di dekat jendela tepat pada barisan ke 2.
Aku sering melihat hal-hal aneh di sekitar jendela kelas pada bagian dekat samping pintu.
Pada saat itu bel istirahat' berbunyi aku mulai merasa hal aneh yang membuatku tertarik.
Ada apa lagi ini? Perasaan ini?
semua orang mulai keluar dari kelas dan pergi ke kantin. Hanya aku sendiri disana.
Siapa dia? Kenapa dia ada di sampingku?
Aku menutup mataku dengan perlahan tidak ku intip sekali pun. aku tidak suka hal yang satu ini. Aku ingin beranjak pergi meninggalkan kelas akan tetapi dia terasa tepat didepan ku.
•••
Maaf ini adalah cerpen pertamaku. Mohon bantuannya^^
Luve
ESTÁS LEYENDO
me and my ghost
Terrorkejadian yang turun temurun membuatku merasa gila.aku harus melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain. "kutukan? kutukan? atau penyakit? atau itu sudah menjadi kekuatan dari keturunan keluargaku untuk melihat berbagai sosok tak kasat mata...
