1. Kembali Pulang

14 1 0
                                        

Ina POV

New York, 22th August 2016

" Hello, Ina here. May I help you ? " tanya seorang wanita kepada lawan bicaranya di seberang sana.

" Oh okay Mrs Gio, I'll be there 5th minute later " jawabnya sebagai tanda mengerti akan apa yang di perintahkan oleh lawan bicaranya.

***

Ia berjalan dengan sangat tergesa, namun ada hal yang lebih menarik untuk di perhatikan ketimbang raut wajahnya yang nampak serius. Ia begitu anggun, langkahnya seirama dengan lenggokan pinggul yang memperlihatkan setiap inci lekukan tubuh nya. Ini bukan sekedar mahakarya sang pencipta, namun buah dari kerja keras nya berlatih muaitai, mengikuti kelas yoga setiap pagi, pergi berenang di akhir pekan, bahkan berlatih EMS demi menguatkan setiap otot tubuhnya. Terdengar ekstrim memang, namun itulah hobinya. Dia sangat berbeda dari wanita dewasa sebayanya, daripada menjalani diet ketat ia lebih menyukai kegiatan olahraga di sela - sela kesibukannya yang padat. Sebab ia bukanlah tipikal wanita yang akan mengatakan tidak untuk setiap hidangan dengan karbohidrat tinggi, berlemak, hingga jajanan manis yang selalu menggoda. Alasanya selalu terdengar remeh " Because I'm Indonesian "

Ya, itulah hal terpenting yang harus kalian ketahui tentang I Gusti Ayu Karina Prabasari. Jika kalian adalah orang Indonesia, kalian pasti tau bahwa gelar di depan nama nya adalah sebuah gelar kebangsawanan dari Bali. Namun ia tak pernah ambil pusing atas gelar ataupun kasta yang telah ia warisi sejak lahir itu. Untuk itu ia akan lebih nyaman jika di panggil Ina tanpa embel - embel apapun. Selain itu kini ia tinggal dan bekerja untuk sebuah barand fashion di New York, sehingga tak akan ada orang yang peduli dengan gelar yang ia sandang.

Siapa yang tak tau New York, pusat dari fashion dunia. Seluruh mata akan menjadikan New York sebagai kiblat pergerakan mode. Dengan pengaruh kehidupan masyarakat nya yang begitu modern New York tak hanya hidup sebagai kota yang galmour, namun juga sebagai salah satu tempat yang legal untuk kegiatan pesta sex, miras, hingga berbagai kisah kehidupan malam yang memiliki kenikmatan sesaat namun mampu menjadi candu.

Tetapi semua itu tak akan berpengaruh bagi seorang I Gusti Ayu Karina Prabasari, sejak awal ia sudah bertekad bahwa New York hanya akan menjadi lahan emas untuk menuai karir dan popularitas yang ia bangun sejak awal dengan segala jerih payah dan perjuangan. Ia masih menjunjung tinggi setiap prinsip hidup dari daerahnya, bagaimanapun New York hanya akan menajdi tempat untuk menuai rejeki demi membiayai kehidupan sang ibu di Bali. Ia masih memiliki mimpi untuk membangun sebuah keluarga kecil di Bali kelak. Itulah alasan mengapa ia sering menolak untuk menjalani kencan buta dengan pria bule, ia sangat percaya bahwa Tuhan akan memberi nya jodoh yang berasal dari tanah kelahirannya.

Keenan POV

Jari nya terlihat menari diatas permukaan kanvas mengusap setiap warna dengan mata terpejam, ini adalah ungkapan semua imajinasinya, sebuah fantasi yang ia pikirkan tentang seorang wanita bergaun putih yang dengan eloknya berpose seolah ia adalah bidadari penguasa langit ketujuh. Bola mata hitam yang terlihat selalu bersinar, lengkung senyuman di bibir tipisnya, tubuhnya yang selalu menggambarkan kemolekan penari Bali. Dan entah mengapa semua nya selalu terlihat sempurna.

" Selesai, ini sangat sempurna " ia terlihat takjub dan tersenyum puas.

" Kamu selalu yang terbaik sayang " kata wanita itu dan beranjak duduk di pangkuan nya.

" Bulan, aku bener - bener bersyukur karna Tuhan udah ngasi aku tunangan sesempurna kamu " ucapnya dan mengecup lembut kening sang wanita.

" Aku yang selalu beruntung punya kamu Keenan. Aku sayangggggg banget sama kamu " rangkulnya manja ke tubuh sang pria.

Itulah mereka, Bulan dan Keenan. Semua orang tau bahwa mereka adalah pasangan terserasi yang selalu menjadi idola. Serasi dan sempurna, dua kata yang selalu terlihat pas menggambarkan hubungan mereka.

Bulan adalah seorang gadis Bali, ia berasal dari sebuah keluaraga seniman yang terkenal di daerah Ubud. Sejak kecil ia selalu bermimipi, agar kelak mampu menjadi seorang seniman terkenal. Alasan itu yang membuatnya selalu giat dalam berlatih menari, Bulan terkenal sebagai wanita manis yang tak banyak bicara. Namun karena kecantikannya yang terlihat sangat natural serta kepiawaian nya dalam menari kini ia merintis karier nya di dunia modeling. Semua kerja keras nya pun mulai membuahkan hasil, berbagai brand internasional mulai menawari nya kontrak kerjasama.

Dan semua pencapaiannya tak hanya ia raih karena kerja keras semata. Semua terjadi berkat bantuan dan campur tangan Keenan Mancapara, lelakinya yang selalu menjadi inpirasi Bulan dalam berkarya. Di bandingkan dengan Bulan, kehidupan Keenan jauh dari kata susah. Sejak lahir ia telah menyandang gelar sebagai pewaris aset kerajaan Mancapara. Kakek nya adalah seorang pelukis terkenal di Bali, Rege Mancapara. Siapa yang tak mengenali namanya, karya sang kakek telah terkenal ke berbagai penjuru dunia. Tak tanggung - tanggung hasil karya sang kakek pernah di haragai miliyaran rupiah. Meskipun kini telah tiada, semua karya seni sang kakek telah di pajang di museum keluaraga Mancapara.

Sang ayah Ajun Mancapara adalah seorang pemahat yang terkenal dengan detail ukiran Balinya. Selain itu ia adalah penguasaha sukses di bidang property, ada lebih dari tiga hotel berbintang yang ia miliki di Bali. Belum lagi villa - villa serta homestay yang tersebar di penjuru Indonesia. Tak hanya terkenal sukses, keluarga Mancapara merupakan keluaraga idaman setiap orang. Meskipun almarhum Rege hanya memiliki anak semata wayang yaitu Ajun, namun kehidupan mereka terasa lengkap ketika Ajun menikah dengan seorang wanita Inggris bernama Anne. Anne adalah seorang fotographer yang jatuh cinta kepada keindahan Bali. Hingga ia resmi menikah dengan Ajun, ia pun memilih tinggal dan menetap di Bali.

Kehidupan mereka terasa lebih sempurna ketika memiliki Keenan dan Valley. Keenan sang kakak terlihat sangat tampan, sebab ia mewarisi darah blasteran kedua orang tua nya. Mata yang coklat dan warna rambut brunette menajdikan nya terlihat sangat menawan. Walaupun ia lebih terlihat seperti pria bule, namun ia bersikap dengan seluruh cerminan tata krama adat ketimuran. Kini Keenan membantu sang ayah menjalani bisnis kerajaan Mancapra. Tapi sepertinya darah seni telah berbaur di tubuh Keenan, sebab selain menjalani bisnis keluarga ia adalah pelukis dan seorang fotographer dengan selera seni yang tinggi. Tak sekedar menjadikannya hobi, kini Keenan telah membuka galeri sendiri dan menjalin kerjasama dengan seniman dunia lainnya. Atas semua hal menawan yang dimiliki Keenan, ada satu hal yang sangat di sayangkan. Ia adalah lelaki dingin dan perfectsionis. Hanya di hadapan sang wanita ia akan berubah menjadi seoarng pemuja.

Dan NantiWhere stories live. Discover now