Prolog

387 31 5
                                        

Ara berjalan memasuki kelasnya dengan tergesa-gesa. Sialan, di hari pertama kenapa ia mesti terlambat begini. Untung saja ia bisa lolos dari komdis dengan cara melompati dinding belakang sekolah.

"Telat juga?"

Ara hampir terkesiap saat seorang pemuda yang berdandan ala MOS sepertinya, ikut berjalan tergesa-gesa disampingnya. Nampaknya pemuda itu juga terlambat, terlihat jelas dari ikatan dasinya yang tidak rapi, dan topi dari karton yang terpasang miring.

"Bikin kaget lu Kampret! Gua kira anak Komdis." Desis Ara semakin mempercepat langkahnya menaiki anak tangga.

"Intinya klo bisa masuk kelas sebelum bel kedua bunyi. Kita selamat." Jelas cowok itu kini ikut mempercepat langkahnya menjadi setengah berlari.

"Lu kelas sepuluh berapa?"Tanya Ara, karena pembagian kelas sudah dilakukan sabtu kemarin.

"X.3, lo?"Tanya cowok itu balik.

"Sama."Jawab Ara singkat, yang kini sudah berlari kecil menuju kelas X.3 yang sudah terpampang papan namanya.

Bertepatan dengan bel berbunyi, keduanya berhasil masuk kedalam kelas dengan sukses. Walau sedikit kelelahan, keduanya mau tak mau tersenyum dan melakukan tos.

"Gua Raka."Ujar cowok itu
memperkenalkan dirinya.

"Ara. Salam kenal."Balas Ara menerima uluran tangan Raka.
Keduanya lalu berjalan menghampiri teman mereka yang sudah menyisakan tempat untuk mereka masing-masing. Dan dari sinilah kisah mereka dimulai.














------------------------------------------------------
HOLLA HALLO HAIIIII
PARA READERS TERCINTAHHH WKWK:V AUTHOR SENENG BANGET "BANGET" BISA UPDATE LAGI EHEHEHEH:V INILAH MAHAKARYA KITA WKWK SEBAGAI PENGGANTI SHM (STOP HURT ME) YANG SUDAH DIHAPUS. *CAPSLOCK JEBOL SANGKING SENENGNYA*

kali ini author berusaha menyelesaikan cerita ini secara tuntas insyallah:v jangan lupa vote+comment dan kalo yang baik bantuin promosi biar yang baca makin banyak eheheh:v

Unsaid Feeling [COMPLETED]Donde viven las historias. Descúbrelo ahora