1

1.2K 53 8
                                        

Violet sedang duduk sambil membaca, tiba-tiba ayahnya menghampirinya dengan napas yang terburu-buru.

     "Violet, ikut ayah sekarang" ucap Dave.

     "Ada apa ayah?" Tanya Violet.

     "Ibumu kritis di rumah sakit" Ucap Dave. Lalu mereka pergi ke rumah sakit, Dave mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Dalam hitungan menit mereka sudah tiba di rumah sakit. Dave pun mencari Unit Gawat Darurat rumah sakit itu. Setelah menemukan, Violet tidak diijinkan untuk masuk karena usianya tidak cukup. Dan dia hanya menunggu diluar.

     "Rebeca bertahanlah!" Ucap Dave sambil memegangi tangan istrinya yang tergeletak di kasur dengan keadaan lemas.

     "Dave, maukah kau menuruti permintaanku?" Tanya Rebeca lemas.
Davepun mengangguk sambil menangis.

     "Berjanjilah padaku, untuk mencarikan ibu untuk Violet" ucap Rebeca.

Dave terkejut.
Dan mengangguk dengan ragu.

     "Aku berjanji Rebeca" air mata Dave semakin menderas.

     "Trimakasih" ucap Rebeca sambil tersenyum lalu menutup matanya.

Tiiiiiiiiiiii...................tt

Sebuah suara menggema di ruangan itu.

     "Rebeca?" Dave mengguncang tubuh Rebeca. "Rebeca bangun!" sambung Dave dan mengangis sejadi-sadinya.

_
_
_
5 tahun kemudian...

     "Violet!" Teriak Dave dari lantai bawah memanggil putrinya.

     "Iya ayah sebentar!" Violet menuruni tangga dengan tergesa-gesa.
Dave memandangi Violet dari atas hingga bawah.

     "Ayolah nak, tidak bisa kah kau memakai dress atau rok?" Tanya Dave melihat apa yang dikenakan putrinya.

     "Ayolah ayah, kita ingin ketaman hiburan bukan makan malam" violet meniru gaya Dave.

     "Yasudahlah, ayo!" Ucap Dave lalu berjalan kearah mobilnya diikuti oleh Violet dari belakang.

Hari ini mereka ingin ketaman hiburan mengajak Herney dan anak-anaknya liburan di akhir pekan, sebenarnya bukan hanya ketaman hiburan, tapi ketempat-tempat lain. Violet sudah membayangkan betapa menggemaskannya wajah anak-anak Herney, karena dia suka sekali anak-anak.

Sesampainya di rumah Herney, Violet dan Dave turun dari mobil, Dave menekan bel rumah Herney dengan gemetar. 'Ting tong' suara belpun berbunyi. Violet sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Alex dan Exel itulah nama anak-anak Herney. Beberapa saat kemudian wanita seumuran Dave 30-an membuka pintu.

     "Hey Dave!" Sapa Herney.

     "Hey!" Dave tersenyum kikuk.

     "Kau pasti Violet" Herney tersenyum dan Violet membalas senyumannya.
Lalu mereka dipersilahkan masuk, dan mereka duduk di sofa ruang tamu.

Setelah beberapa saat perbincangan ringan. Violet tidak mendapati Alex dan Exel, dia sibuk menengok kiri kanan. Melihat keadaan Violet, Herney paham.

     "Alex dan Exel sedang di luar, inginku panggilkan?" Herney ramah.

     "Tidak! biar aku saja, bibi Herney temani ayah saja" ucap Violet. Lalu bangkit dan keluar untuk mencari mereka.

•••

Sudah 30 menit Violet mencari mereka, namun tidak menemukan mereka. Violet mendapati segerombolan pemuda seusianya mungkin sedang berkumpul. Violetpun menelan salivanya lalu memasukan kedua tangannya ke kantung sweternya dan mulai mendekati mereka untuk bertanya.

     "Permisi, aku ingin bertanya" ucap Violet.

     "Ingin bertanya apa?" Tanya salah satu pemuda.

     "Aku sedang mencari Alex dan Exel, aku tidak tahu mereka seperti apa, yang aku tahu hanya namanya saja" ucap Violet.

Lalu semua pemuda tertuju pada dua orang pemuda di hadapan Violet.

     "Aku melihat mereka" ucap salah satu pemuda di hadapan Violet.

     "Ya, mereka kesana" ucap pemuda di sebelahnya sambil menunjuk kesebelah kiri Violet.

     "Terima kasih" ucap Violet.

     "Sama-sama" ucap kedua pria itu bersamaan.

Violet pun berjalan kearah yang ditunjukan pemuda tadi. Saat Violet jauh.

     "Kalian tega membohongi gadis cantik tadi?" Tanya teman pemuda itu.

     "Sudahlah biarkan saja" ucap salah satu pemuda.

•••

Sudah 30 menit berlalu lagi, namun Violet tidak menemukan mereka. Violetpun putus asa, diapun kembali ke rumah Herney, lagipula 1 jam lagi mereka akan berangkat mungkin saja Alex dan Exel sudah pulang. Violet melewati tempat para pemuda tadi, namun mereka sudah tidak berada di tempatnya.

     "Mungkin saja mereka sudah pulang atau bubar" batin Violet. Diapun berjalan lagi menuju rumah Herney. Setibanya di depan pintu rumah Herney, Violet memancet bel. 'Ting tong' beberapa saat kemudian, Herney membukakan pintu. Dan Violetpun masuk kedalam

     "Maaf bibi Herney, aku tidak bisa menemukan mereka" ucap Violet putus asa.

     "Tidak apa-apa Violet, mereka sudah pulang, dan sekarang sedang bersiap" ucap Herney membuat Violet kembali bersemangat.

     "Banarkah?!" Tanya Violet.

     "Iya" Herney memasang senyum.

     "Bolehkah aku bertemu dengan mereka sekarang?" Tanya Violet.

     "Sebaiknya jangan, mereka agak usil"
Bibi Herney kambali memasang senyum.

Violet sedikit kecewa, tapi Violet memasang senyumannya yang paling manis.

Lalu Violet mengalihkan pembicaraan.
     "Ayah, kita akan pergi kemana dulu? Taman bermain atau..." ucapan Violet terpotong oleh Herney.

     "Pantai!" Ucap Herney seperti anak-anak. Dave pun tersenyum.

     "Lebih baik kita pergi ke taman bermain dulu, baru kita akan pergi ke pantai sampai kalian puas!" Dave bersemangat. Lalu Violet dan Herney terkekeh. Baru beberapa saat kenal, mereka sudah sedekat itu.

Di tengah-tengah perbincangan mereka.

     "Ibu, di mana Sweter ku?" Teriak seseorang dari lantai atas. Violet merasa kenal dengan suara yang barusan dia dengar, namun Violet tidak ingat. Yang membuat Violet bingung adalah bagaimana bisa anak-anak memiliki suara sedewasa itu?

•••

Sorry for Typo

-Btgal

BrothersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang