Prolog

15.5K 848 25
                                        

Wajib follow dulu sebelum baca ya... Biar enak.

####

4 tahun yang lalu, Vallen yang merupakan Kakak Prilly. Dengan pakaian santai, dia sedang berada di meja salah satu restoran. Sepertinya dia sedang berjanji bertemu dengan seseorang. Terlihat dari balik kaca dalam restoran seseorang remaja laki-laki yang masih berada di tempat parkir melambaikan tangan padanya. Perlahan dia memasuki restoran, terlihat dia menenteng sesuatu entah itu apa. Keadaannya masih memakai seragam SMA. Pancaran senyum tak henti dikeluarkan untuk Vallen, Vallenpun ikut membalas senyumanya.

"Udah lama ya? maaf banget gue tadi mampir dulu beli ini." Ucapnya duduk di depan tempat Vallen berada sambil mengulurkan tangan lalu menunjukan apa yang dia bawa.

"Hmm lumayan sih, emang apaan?" Balas Vallen membalas uluran tangannya.

"Nih buat lo!" Ucapnya lai menyerahkan benda yang dibawanya yang terbungkus rapi dengan kertas kado merah.

"Apa ini? Gue buka ya?" Ucap Vallen menggoyangkan benda tersebut di dekatkan ke telinga. Remaja laki-laki itu membalasnya dengan anggukan pertanda iya. Vallen langsung merobek kertas kadonya, di dalamnya menemukan kotak berisi sesuatu.

"Bagus banget ini Niko... serius ini buat gue? Eh tapi kok kaya yang lo pake ya? Ini Couple?" Ucap Vallen memperhatikan kalung yang di dalam kotak tersebut. Bentuknya jari tangan yang menyatu berartikan saling berjanji. Remaja laki-laki itu yang diketahi bernama Niko tersenyum, tangan terulur menarik tangan Vallen ke dalam genggamanya. "Gue mau lo berjanji untuk setia jadi pacar gue."

"Maksud lo?" Tanya Vallen binggung.

"Gue suka sama lo dari dulu. Apa lo gak sadar dengan perhatian gue selama ini?" Tanya Niko sambil menatap Vallen dalam-dalam.

"Gue sebenernya juga suka sama lo ta-tapi gue-" Ucap Vallen terputus.

"Tapi apa?"

"Gue harus pergi dari negara ini.
Karna gue dapat beasiswa kuliah di Singapore." Ucap Vallen.

"Aku akan tetap tunggu kamu. Kalo kamu mau?" Tanya Niko.

"Jangan! Kamu hanya buang-buang waktu. Seandainya kalo esok memang kita jodoh pasti akan dipersatukan kembali." Jelas Vallen.

"Oke kalo itu mau kamu, kamu simpen kalung itu jangan sampai hilang." Ucap Niko.

.
.
.

1 tahun yang lalu. Niko tanpa diminta masih selalu menunggu Vallen. Meski Vallen tak pernah menghubunginya. Niko yakin Vallen sedang fokus dengan kuliahnya, hingga tak ada waktu menghubunginya. Sering kali beberapa orang yang dekat denganya berusaha masuk ke hatinya namun Niko menghalanginya namun ada satu gadis polos, sahabat dari adiknya ini selalu berusaha mencari perhatian. Dia itu Prilly, Prilly Nafisya.

Niko sedang berada di ruang keluarga. Dari jauh Niko melihat Prilly keluar dari kamar Nissa, adiknya itu.

"Kak Niko... Aku mau jujur kalau aku suka kakak, kakak mau gak jadi pacar aku?" Ucap Prilly terbata-bata, kepalanya terus menunduk tak ingin menatap Niko.

"Hmm gimana ya?" Tanya Niko binggung pada dirinya sendiri.

"Kak ikut gue sebentar. Tunggu dulu ya Prill." Ajak Nissa menarik Niko ke dapur.

"Kak please terima cinta Prilly. Dia benar-benar tulus cinta sama lo, gue mohon. Dia itu baik, cuma dia yang cocok jadi Kakak ipar gue." Pinta Nissa memelas.

"Tapi Nis-" Ucapan Niko terputus.

"Gue mohon. Anggap aja itu kado permintaan gue untuk ulang tahun besok lusa." Mata Nissa terlihat berkaca-kaca, hingga membuat Nikk tak tega. Dia menarik tubuh Nisa dalam pelukanya. "Oke, demi lo."

Journey of LoveHistórias para pegar e não largar. Descubra agora