Prolog

5.8K 172 0
                                        

Voment ya!!!...

*****

Rianti POV

Aku menangis terharu. Hari ini tepat 17 Agustus 2017, aku bersama pletonku telah mengibarkan bendera pusaka dengan lancar di Istana Negara yang telah di hadiri para petinggi negara.

"Kami bangga sama kamu sayang, udah ya jangan nangis kamu belum kami foto", ucap Mama menenangkanku.

Aku mengangguk sambil tersenyum kecil. "Papa, Abang mana?"

"Oh itu, sama temennya." Aku menghapus sisa air mata dan mencari Abang.

Tadi Abang pake baju warna apa ya? Oh ya batik biru laut. Akupun langsung mencari Abang, tidak sulit saat itu Abang kepalanya belum dipenuhi rambut ya bisa dibilang botaklah.

Badannya tinggi, kulitnya agak kecoklatan karena pendidikan ditambah jam tangan hitam dan gelang yang terdapat kunci disebelah kiri tangan Abang, pasti itu dia.

15 menit mencari aku bertemu Abang dengan seseorang yang menggunakan seragam putih bersih, sepertinya mereka tengah berbincang bincang, lebih baik aku menghampiri mereka.

"Bang ayo, dipanggil Papa Mama katanya suruh foto", ajakku sambil menyeret lengan Abang.

"Ish bentar dulu kali! Abang masih mau ngomong dulu sama temen Abang", ujarnya sambil berusaha melepaskan tanganku.

Terpaksa kulepaskan tanganku sambil memberenggut kesal, aku mendongak melihat siapa orang yang tadi berbincang-bincang dengan Abang.

"Eh kenalin ini Adek gue, Rianti Sarasvati Pangestu."

Aku pun menjabat tangannya. " Rianti, Kak", ujarku sambil tersenyum manis.

Beberapa menit kemudian ia baru menjawab, "Ehm Azka. Azka Samudra Prasetya", jawabnya sambil tersenyum sangat manis.

"Eh, Dek jadi gak ini foto bareng?" Tanya Bang Rasya mengagetkan kami membuat jabatan kami terlepas.

Aku mengangguk, aku merasa pipiku memanas dan berkat make up ini warna pipiku mungkin tidak terlalu terlihat.

To Be Continue...

FRAnina23, 11 November 2018

ARmy Boy ✓Stories to obsess over. Discover now