"Takeuchi wataru. . . salam kenal. . " ia membungkukan badannya dengan gesture malas.
satu kelas membalas dengan cukup kencang.
postur anak baru itu tinggi, dengan otot bahu,lengan dan pundak yang sangat bagus. seperti atlit olahraga. . . dan memang. Aku sering melihatnya dimajalah sport. Takeuchi wataru pelempar jenius dari SMA terkenal di Tokyo. Yang jadi pertanyaanku. . sedang apa dia disini. . bukankah pertandingan sudah dekat.
". . . " ia diam. Tidak seperti foto-foto di majalah yang menunjukan betapa bahagianya dia ketika dilapangan bersama teamnya.
" . . . wataru-san. . salam kenal ya!!. . " aku berusaha menyapanya. Siapa tau dia di utus kesini untuk mewujudkan mimpi ku.
. . . . Bukan. . .
. . mimpi kami.
"Ya. . " ia mengangguk canggung kemudian menduduki meja barunya.
"Semoga betah ya. . aku. . Azusa!!. . " ku ulurkan tanganku untuk berkenalan.
"A- ya. . " ia mengangguk kemudian menjabat tanganku.
Tangan kasar dan besar. Akhirnya aku menyentuhnya. Tangan yang selama ini hanya aku lihat dimajalah dan video pertandingan.
"U-um. . belum punya buku ya?. . boleh pakai punyaku. . " aku menyodorkan buku pelajaran. "Bisa berdua. . " entah kenapa aku terlalu bersemangat.
". . . maaf merepotkan. . " ia kembali membungkuk sambil menggeser mejanya sedikit. Sopan sekali.
". . . " aku menatapinya. Kau tau. . tiba-tiba sosok idolamu berada dihadapanmu dan berbagi buku pelajaran bersama. Aku sedang berada disituasi itu.
"A- umm. . " aku ingin langsung berbicara tentang baseball kepadanya. Tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat.
"Ya?. . " ia menatapku.
"Tidak haha. . "
Mungkin nanti saja.
Skip~ time~
". . . k-kau mau ke kantin?? Wataru-san?. . "
"Y-ya. . boleh saja. . " ia mengambil dompet didalam tasnya.
"Azucchi. . ayo makan. . nenek ku bawa bekal dobel. . Katanya untukmu. . " ini kojiro. Tubuhnya besar, lebih besar dari wataru. Tatapannya seram, tapi ia orang yang lembut. Dan dia. . kapten team baseball kami.
"Aaa~ kapteen. . u-uh. . nanti aku makan. . aku mengantar wataru-san dulu ya~ . . "
"Wataru??. . " kojiro menatapku bingung.
"Ya~~ wataru~~ "
"Y-yo. . " wataru menyapa malu-malu.
"Wataru yang itu??? Wataru yang setiap malam kau----------ubh. . " kojiro terlalu banyak bicara.
"AHAHAHAHA. . BYE KAPTEN. . " aku menendang pelan kaki kojiro karena terlalu banyak bicara. Memalukan.
"Kasihan lho. . " wataru membuka suaranya.
"E?? Kasihan? "
"Ya. . temanmu. . "
"Oooh hahaha. . dia kuat kok tenang saja . . "
". . . " wataru menganggukan kepala dengan sedikit sunggingan senyum dibibirnya.
". . . wataru-san suka susu pisang ya. . kami punya di vending machine. . untung ya. . vending machinenya baru selesai diperbaiki. . maklum. . ini kan desa terpencil. . . " aku menjelaskan panjang lebar. Berharap ia merespon dengan lebih banyak senyum.
