Gretta's Pov

283 14 0
                                        

Ini tahun ketiga aku bersekolah di SMA Dwi Bangsa. Yang berarti ini tahun kedua aku sekelas dengan dia. 

Entah sudah berapa lama aku duduk sambil memegang buku novel yang bahkan aku tidak tahu apa isinya. Sebenarnya buku novel itu hanya kamuflase dan alibi ku untuk tetap duduk dipinggir lapangan bola sambil memperhatikannya yang sedang bermain sepak bola dengan teman-temannya. 

Ah, senyum itu. Rasanya ingin sekali aku yang menjadi alasannya untuk tetap tersenyum. Aku iri. Iri dengan teman-temannya yang selalu bisa membuat ia tertawa. Bahkan aku iri ke buku komik yang sering ia baca. Konyol bukan?

"Gretta, lo kapan mau balik? Gue sama Lala udah mau balik nih." Tanya Aya yang menyadarkan aku dari lamunan.

"Lo balik duluan deh, gue masih mau ngejar target gue buat baca novel ini sampai selesai." Jawab Gretta.

Aya seperti hendak mengatakan sesuatu tapi tertahan. Mungkin dia berpikir kenapa aku segitu ngototnya buat baca novel ini sampai selesai di sekolah padahal aku bisa saja menyelesaikannya di rumah. Dan lagi-lagi alasannya karena alibi ku untuk melihat dia lebih lama. Aku tidak jahat bukan?

Lala menyahut "Yaudah ta, gue sama Aya balik duluan deh, Hati-hati lo ya, disini kan banyak yang aneh-aneh kalau udah sore." Lala pun berlari sambil menjulurkan lidahnya. Yang kemudian diikuti Aya.

"Sialan lo!" Teriakku. Dan kemudian langsung terdiam, karena ternyata dia dan teman-temannya memperhatikan ku seakan-akan aku alien yang jatuh ke bumi.

"Eh, Sorry." Ucapku dengan cengar-cengir yang tidak jelas.

"Ya Tuhan, hilangkan saja aku sekarang." Batinku berbicara.

Dan untuk pertama kalinya aku melihatnya tersenyum. Deg. Dia tersenyum karena aku?

"Ya Tuhan.. Dia senyum." Benakku.

Dengan segera aku berniat untuk pulang, terlalu malu untuk melihatnya lagi. Aku menutup buku novel yang sejak tadi aku pegang meskipun aku tidak tahu apa isinya. Dan dengan setengah berlari aku melesat menuju pintu gerbang.

"Harapanku terwujud. Membuatnya tersenyum. Mungkin ini pertanda dari Tuhan agar aku terus membuatnya tersenyum." 

GrettandaWhere stories live. Discover now