Buku ini becerita tentang kisah asmaraku bersama Dirga (Dirgantara alghifary januar basuki) dimana pada saat itu kami sedang duduk di bangku sma. Dimana banyak orang yang beranggapan bahwa masa putih abu-abu adalah masa-masa yang paling indah. Dimana kita mengenal persahabatan, dan pelajaran hidup Tapi memang benar begitulah ala kadarnya. mungkin saja aku harus menggali lagi sedikit demi sedikit agar aku bisa mengenangnya kembali. Mungkin dengan hal ini bisa membantuku mengingat-ngingat kembali masa-masa itu.
Namaku Deandra Natasya Aqila
aku pindahan dari jakarta. kira-kira aku baru 1 bulan tinggal di bandung. Aku bisa di bilang murid baru di sma tunas pertiwi. Sekarang aku duduk di kelas XI-MIPA-1 sebenarnya aku enggang sekali untuk pindah sekolah Karena aku sudah yaman tinggal di jakarta. Tetapi mau bagaimana lagi karena ayahku di pindah tugaskan di Kodam III Siliwangi tempatnya di Bandung Provinsi Jawa Barat. Aku,Ibu, dan adikku pun harus pindah ke bandung. Kebetulan disana kami tinggal di asrama militer.
Semua berawal dari....
sepuluh menit setelah bel berbunyi. Kelas XI-social-3 berubah hening begitu Bu sisi masuk ke dalam kelas. Kaki jengjangnya yang berbalut flatshoes yang di padu padankan dengan pakaian yang ia kenakan.menambah kesan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya. Matanya tertuju pada kursi Dirga yang paling pojok belakang, memang benar! Dilihatnya kursi itu masih kosong.
"Dimana Dirga?" tanyanya kepada penghuni kelas.
"Biasa belum datang bu, kalau enggak mungkin kesiangan di perpustakaan......" jawab mereka dengan sopan
"Kebiasaan memang anak itu" bu sisi dan guru-guru lainnya memang sudah kebal dengan kelakuan anak itu,tipikal murid yang doyan telat, begitulah Dirga. Dirgantara alghifary januar basuki.
Bu sisi memerintahkan muridnya untuk mengeluarkan buku paket matematika, lima belas menit guru cantik itu menjelaskan sampai keheningan itu terpecahkan ketika kedatang Bu Devia dengan pentofel empat senti meter memecahkan keheningan. Kemudian beliau sedikit berbincang-bincang dengan bu sisi. Tanpa disadari kemuncalan Dirga di pintu. "Assalamualaikun, Bu."
Dirga tersenyum, mengangguk patuh, berpura tidak terjadi apa-apa.
"Telat lagi?" balas bu sisi menatapnya tajam, "alasannya hari ini apa?"
"Ban motor saya tiba-tiba pecah di jalan bu. terpaksa saya harus nambal ban motor saya dulu" Ucap Dirga
"Alasan lagi kamu Dirga, sudah cepat duduk." bu devia yang melihatnya hanya mengeleng-geleng kepala, karna guru-guru sudah tau dirga adalah anak yang doyan terlambat dan biang rusuh di sekolah.
Untunglah Bu sisi dan Bu devia, masih bisa memakluminya tapi apa yang harus di maklumi terhadap Dirga apakah terlambat setiap hari masih bisa dimaklumi, tapi syukurlah bu sisi dan bu devia tidak sampai menyuruh Dirga ke TU dan melapor kepada guru piket bahwa dia terlambat, jika begitu Dirga pasti akan senang bukannya membaca buku dipepus tapi ia malh bolos di kantin sekolah yang letaknya memang dekat dengan perpustakaan, sebab peraturan di sma tunas pertiwi ini. Bagi siswa yang terlambat ke sekolah, tidak bisa mengikuti pelajaran selama 2 jam. Hukumnya mereka harus membaca buku di perpustakan selama 2 jam.kemuadian setelah KBM selama 2 jam tersebut selesai mereka harus langsung kembali ke kelas dan segera mengikuti KBM seperti biasa saat pergantian guru berlangsung.
"Baik anak-anak sehubung bu devia datang kemari, beliau akan memberikan sedikit informasi mengenai hasil rapat kemarin, bahwa mulai besok jadwal KBM di rubah " kata bu sisi dengan suara. Yang khas sedikit ada cadel-cadelnya
"Assalamualaikun wr.wb"
"Waalaikum sallam wr,wb" ucap murid-murid serempak
"Ibu disini akan sedikit memberi informasi, pemberitahuan mulai besok hari selasa tanggal ,13 september jam pertama KBM di mulai pukul 06.45 dengan tujuan 15 menit untuk berdoa/pembacaan asmaul husna dan menyayikan lagu indonesia raya, sehingga pukul 07.00 KBM sesuai dengan jadwal , sekian pemberitahuan yang dapet ibu sampaikan dari wakases kesiswaan. kami selaku staf tata usaha akan memberikan sanksi atau hukuman yang tegas bagi siswa yang melanggar."
"Mari,bu" bu devia pamit kepada bu sisi. Lalu bu sisi mengantarkan bu devia keluar dan berbicang bincang di dalam kelas
"Gila, anjing banget lah masa besok dan seterusnya harus dateng jam 06.45 gue aja baru mandi jam segitu, mana bisa" ucap geri dengan logat khas sundanya
"Udahlah selow aja, gue aja yang suka datang ke sekolah jam 08.00 biasa-biasa aja, lagian ya ngapain coba kita harus dateng jam segitu. mau di jadiin tukang kebun sekola emangnya" perkataan dirga membuat murid murid terkekeh kebingungan melihat kelakuan dirga yang menurut mereka agak sedikit konyol.
"Halah,palingan cuman nakut-nakutin doang supaya kita gak kesiangan nantinya. Biasalah guru selalu benar gimanapun caranya"perkataan geri membuat murid-murid sedikit berpikir,ada benarnya juga apa yang ia katakan.
***
Suasana kantin siang ini sangatlah ramai melebihi keramaian kemarin.
" Eh,hari ini gue punya cerita?" kata ilham dengan suara lantangnya,dia adalah temen segerombolan dirga,yang satu-satunya masuk jurusan ipa
"Apaann.?" seru Dirga yang terlihat kalem
"Tapi kayanya gak jadi sekarang deh, gue ceritanya nanti aja,kalau gue udah beres makan,gue laper soalnya cacing-cacing di perut gue udah pada demo, kepengen beli baso Bi astri , kalau belinya di entarin keburu keabisan lagi.lo lo pada mau nitip gak" semua teman-temannya hanya bisa menggelengkan kepala Melihat kelakuan ilham yang konyol.
ilham melangkah pergi ke warung Bi Astri. kalau ngomongin soal makan dia paling doyan makan diantara gerombolah Dirga. tapi anehnya dia gak gemuk-gemuk
Bel pertanda masuk sudah berbunyi
