Pagi ini ara di sibukkan dengan barang-barang yang akan ara bawa kedesa jadi mulya untuk PKL selama 2 bulan disana. Bahkan kamar ara sudah seperti kapal pecah saat ini, karena dari tadi ara mengeluarkan semua isi lemarinya dan memilah mana yang ia bawa tanpa memperhatikan keadaan kamarnya. Saat tengah sibuk dengan persiapannya, deswita masuk kekamar putrinya, deswita begitu kaget melihat kamar putri semata wayangnya "ya ampun sayang, apa yang kamu lakukan dengan kamar ini, kenapa jadi seperti ini ?". "Maaf ma, ara sudah buat kamar ara jadi berantakan seperti ini, tapi saat ini ara benar-benar tidak bisa di ganggu. Namakan tau sendiri nanti malam ara berangkat kedesa jadi mulya"
"Iya sayang, mama tau. Tapi tidak harus seperti ini " mendengar ucapan mamanya ara hanya bisa menyengir, memperlihatkan deretan gigi nya, dan melihat melihat tanggapan putrinya, deswita hanya bisa geleng-geleng kepala sambil berlalu keluar kamar ara.
Tepat pada pukul 6 sore Hendra dan deswita mengantar ara ke kampusnya, karena rombongan ara akan berangkat pada pukul 7 malam ini.
