HunHan Forever.

1K 54 21
                                    

Kulihat sosok yang tengah terbaring, bak sosok malaikat yang tertidur, amat polos. Tapi... yang membuatku ngilu adalah, sosok malaikat yang tengah tertidur ini tak memancarkan cahaya surga. Bagai malaikat yang kehilangan cahaya.

Lihatlah, pipi yang cekung, teramat tirus, bibir yang tak lagi merah merekah, pucat, serta lingkar hitam dikedua mata rusanya membuatku merasakan rasa sakit didada. Sesak, seakan tak ada oksigen disekitarku.

Pujaan hatiku, kekasihku terkulai lemah diatas ranjang pesakitannya.

Kuraih tangan halus nan mulus ini. Bahkan begitu kecil dan lemah. Seakan hanya tulang dan kulit yang membungkus tangan yang kugenggam ini.

Kulihat sosok paruh baya yang kuyakini adalah ibu dari pria yang tengah berbaring ini, sedari tadi menangis pilu. Bagaimana tidak menangis, melihat putra satu-satunya sakit, bahkan terancam gila.

Aku yakin diantara kami berdua, beliaulah orang yang paling sakit diantara kami. Kasih ibu sepanjang jalan. Ibu hanya akan memberi, memberi yang terbaik untuk anaknya tanpa meminta balasan.

Aku yang sedari tadi melihat wanita.paruh baya ini merasa tak tega. Kuberikan tissu yang kubawa dari tas kecil yang kubawa.

Wanita itu menerimanya dengan derai airmata yang terus mengalir dari mata rusanya.

Iya, wanita itu adalah mamanya Luhan. Aku adalah Oh Sehun - EXO. Aku nekat terbang dari Korea Selatan menuju Beijing - Tiongkok. Aku tahu mungkin tindakanku ini akan membuat kontroversi bagi semua orang. Tapi aku tidak peduli, aku harus menyelamatkan sosok malaikat yang kehilangan sinarnya ini. Bahkan hampir sekarat yakni pujaan hatiku.

"Lu, Baby Lu..." Panggilku kepadanya.

Tapi tak ada sambutan yang berarti. Sosok ini masih terlelap tidur. Sekali lagi, sekali lagi kuucapkan namanya, kali ini tepat di telinganya. Kupanggil dia dengan lembut.

Ajaib.

Sosoknya terbangun bak putri tertidur dibuku dongeng.

"Se-Sehunnie..." Panggilnya dengan parau.

Aku mengangguk dengan linangan airmata. Bukan airmata sedih, melainkan airmata haru. Aku senang, kekasihku telah bangun.

"SEHUN!"

Luhan langsung menerjang tubuhku. Ia memelukku dengan erat. Aku balas memeluk tubuh ringkihnya. Benar sekali, jika tubuh Luhan sangat kurus, mungkin hanya tulang dan kulit saja.

"Sehun jangan pernah tinggalkan aku. Kau jahat meninggalkanku! Aku tidak menerima penolakan! Aku tidak peduli dengan baba! Aku hanya ingin dirimu!" Ujar Luhan dipelukanku.

Sehun pov end.

.

.

Sepasang mata tengah melihat kedalam kamar inap Luhan dengan tatapan yang sulit diartikan.

Sreg...

"Bagaimana, kau dapat melihatnya kan.. jika putra kita Luhan bahagia dengan pria di dalam sana." Sindir wanita yang tak lain adalah mama Luhan.

Baba Luhan merasa bingung. Haruskan ia menurunkan egonya? Hanya untuk Luhan putra satu-satunya.

Melihat Luhan tampak bahagia didalam sana. Ia sebagai ayah berpikir ulang. Apa yang dikatakan istrinya memang benar jika Luhan hanya satu didunia ini. Jika ia masih keras kepala tak dipungkiri jika ia bisa kehilangan Luhan selama-lamanya.

"Biarkan aku memikirkan semua ini sendiri." Terang baba Luhan pergi berlalu, sedangkan mama Luhan menatap punggung sang suami dengan iba.

Ia tahu, jika suaminya adalah tonggak keluarga mereka. Jika suaminya luluh, mau dituruh dimana muka suaminya itu nanti...

End Journey HUNHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang