Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Part 1

93 2 0
                                        

"Matt, bagaimana dengan sekolahmu tadi?"Tanya Ibunya sambil membawa secangkir kopi ke meja makan.

"Mm..Menyenangkan, Ma."Jawab Matt sambil menaruh tasnya di sofa.

"Bagaimana dengan teman-temanmu? Apakah mereka semua baik kepadamu?"Tanya Ibunya melirik mata Matt.

"Bb..Baikk.. Baik, Ma."

Ingatan Matt akan sekolahnya tadi muncul seketika dalam pikirannya. Ia membayangkan betapa traumanya ia dilempari buku oleh teman-temannya.

"Ya,sudah. Bagus lah kalau begitu."Ucap Ibunya sambil tersenyum.

Matt pun tersenyum balik kepada Ibunya. Ia pun membalikkan badan dan pergi menuju kamarnya.

"Eh, Matt. Sore ini ayah mau mengajakmu dan Bianca untuk jalan-jalan. Kau tidak ada pr, kan?"Tanya Ayahnya sambil meminum kopi.

Langkah Matt terhenti seketika.

"Tidak ada."

"Bagus. Oke bersiap-siap lah nanti jam 4 sore."Kata Ayahnya.

"Oke, Ayah."

|S k i p|

Matt terus memikirkan kejadian yang ia alami di hari pertamanya disekolah baru. Mengingat teman-temannya yang mengejek ia "culun" dan "tidak punya kemaluan". Tentunya Matt tidak mau melaporkan hal tersebut kepada gurunya, ia sangat takut akan ancaman temannya, "Bila kau melaporkan hal ini, ingat saja, aku tak segan-segan menghajarmu."

Seketika Matt berlutut didekat kasurnya. Ia melipat tangannya dan berdoa,"Ya, Tuhan. Ampunilah mereka yang telah membully-ku hari ini. Mungkin ini memang salahku. Tolong jangan menghukum mereka. Jagalah mereka selalu."

Setelah berdoa, ia pun segera bersiap-siap untuk jalan-jalan bersama Ayah dan Adiknya, Bianca.

~~~~~~~~~

Jangan lupa vomment nya yaa :)a

My Brother Is [NOT] A Bullying TargetHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora