Cinta. Mengalir seperti air, dapat menyesuaikan diri di manapun ia berada. Bahkan bisa saja menembus pertahanan yang kita buat. Jika cinta sudah berpihak, seluruh dunia dipandang indah.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Pagi dengan udara yang masih sejuk menyambut bangunnya putri cantik nan sederhana ini. Memulai pagi dengan berdoa, bersyukur karena Sang Pencipta masih menberikan waktu untuk menikmati berbagai pemberian-Nya dalam kehidupan. Agraciana Beautifully Thomas, nama indah pemberian orang tua ternyata sangat sesuai dengan gadis cantik ini. Paras dan sikap berjalan beriringan, baik.
"Morning..."
Salam di pagi hari untuk orang-orang tersayangnya. Keluarga besar Thomas. Mama, Papa, dan kakak ganteng nan menyebalkan tapi tersayang untuk Arana yang bernama Giorgino Benaya Thomas.
"Hai, adik kecil!" Ujar Gio sambil mengacak-acak rambut sang adik yang sudah tertata rapi.
"Stop manggil gue adik kecil! Gue udah dewasa tau!" Ujar Arana kesal.
Papa dan Mama hanya menertawakan tingkah putra dan putri mereka yang sudah dewasa namun masih sering bertengkar layaknya seorang anak kecil.
Tak membutuhkan waktu yang lama untuk sarapan, keempatnya pun langsung bersiap berangkat ke tempat tugas masing-masing.
Papa dan Mama berangkat secara bersama menuju ke kantor dan akan kembali berpacu dengan pekerjaan yang begitu banyak. Sedangkan kedua anak kesayangan mereka berangkat ke sekolah dan juga ke kampus. Gio mengantarkan Arana menuju ke sekolah. Betapa protektifnya Gio terhadap sang adik, sampai ia harus mengantar Arana sampai ke kelas. Dan ia tidak pernah bosan melakukan hal itu. Sekalipun terus diganggu oleh penghuni-penghuni sekolah --siswi-siswi pecinta Gio-- yang bisa menjadi sangat agresif jika melihat kegantengan Gio. Memang hal yang wajar mengingat Gio adalah seorang cowok ganteng dengan wajah orientalnya, kulit putih dan tinggi badan seorang pemain basket. Siapapun pasti akan terpikat dengan pesonanya.
"Yaudah, gue pergi dulu ya. Jaga diri baik-baik lo! Jangan pacar-pacaran! Awas ya!" pesan Gio dengan tatapan tajamnya berusaha menyadarkan Arana bahwa ia tidak main-main.
Gio memang belum memperbolehkan sang adik untuk pacaran. Dengan alasan bahwa Arana belum pantas menyandang status pacaran. Disinilah Arana selalu bertanya? Sisi manakah yang membuatnya terlihat belum pantas untuk pacaran. Menurutnya wajar seorang gadis yang duduk di kelas XI SMA untuk berpacaran. Namun ternyata tidak menurut sang kakak. Mungkin memang benar, punya kakak lelaki itu berasa seperti mempunyai bodyguard.
Arana menyaksikan kepergian Gio dengan wajah datar.
"Kesel karena Gio lagi?!" Seru gadis bemata sipit sembari bersender di bahu kanan Arana.
Ningsy Karisma Putri. Gadis keturunan Cina ini adalah sahabat Arana. Ia sudah mengetahui apa yang terjadi saat mendapati wajah kusut sahabatnya, Arana.
"Ya gitu deh... lo tau sendiri kan..." ujar Arana tak bersemangat
"Yang sabar ya non!" Tambah sahabat Arana yang satu lagi.
Dito Christian. Cowok tampan dengan sejuta talenta. Dan dapat dikatakan sebagai most wanted di sekolah mereka.
Di sela pembicaraan mereka, sekerumunan siswi datang menghampiri Arana.
Melihat hal itu ia mendengus kesal karena sudah sangat mengetahui apa yang menjadi maksud dan tujuan dari siswi-siswi ini.
YOU ARE READING
Secret Admirer (Love Code)
Teen FictionMencintai. Satu hal yang menjadi kebutuhan dari manusia. Merasakan cinta membuat bahagia namun tak jarang juga ada yang justru tersakiti. Mencintai adalah pilihan. Mencintai secara jujur atau justru dalam diam?! Tapi ada satu cara yang dilakukan jik...
