Siang itu di saat panas matahari menyangat seluruh tubuhnya, Erizu merengek kepada Noel karena perutnya sudah tidak tahan lagi menahan lapar. Mengingat sebelumnya mereka baru saja mengunjungi negri Solomon, dan lupa membawa bekal dalam perjalanan.
"Noel aku lapar sekali, dan kenapa disini tidak ada satupun pohon yang berbuah" Ucap Erizu dengan muka lesunya.
"Tentu saja, karena disini daerah pohon Inggu yang tidak memiliki buah, dan juga di kawasan ini sangat sulit sekali menemukan buah-buahan" jawab Noel.
"Sepertinya aku akan mati kelaparan"
"Itu tidak mungkin"
Erizu melirik kesebelah kiri dan dia menemukan sesuatu. Rupanya itu sebuah Jamur.
"Akhirnya ada juga yang bisa ku makan" ucap erizu.
"Hey Noel apakah kau tidak ingin memakan ini juga?" Sahut Erizu sambil mengunyah beberapa Jamur.
"Memangnya apa yang kau makan?" Tanya Noel.
"Sebuah Jamur" jawab erizu.
Erizu terus mengunyah jamur itu hingga mulutnya penuh dengan Jamur yang di kunyahnya.
"Erizu, memangnya kau tidak merasa kepedasan?" Tanya noel pada Erizu.
"Memangnya kenapa?" Tanya balik Erizu sambil menatap Noel.
Seketika muka Erizu memerah dan mengeluarkan asap. Erizupun terlihat kepedasan dan tiba-tiba tergeletak di tanah seperti keracunan.
"Noel sepertinya badanku susah di gerakan, perutku juga sakit dan aku sangat mual" ucap Erizu yang terpapar di tanah.
Noel berjalan mendekati Erizu "dasar bodoh, kau barusaja memakan jamur Russula jadi badanmu keram dan merasa mual" cetus Noel pada Erizu.
"Noel tolong aku"
"Dasar, menyusahkan sekali" ucap Noel.
Di kota Benedas, kota yang cukup luas, kota ini sering di sebut kota singgahan. Disanapun terdapat banyak bangunan dan toko-toko yang beragam. Noel ( dan Erizu tentunya ) tiba dikota itu Noel mencari obat penawar racun untuk Erizu sambil membawa gerobak yang di tumpangi oleh Erizu karena ia sangat sulit untuk bergerak.
Karena kota ini dekat kawasan hutan pohon inggu jadi sangat sulit menemukan toko yang menjual obat"an jikapun ada harganya sangat mahal karena bahannya sangat sulit di dapatkan, dan mereka berdua sudah tidak memiliki uang lagi.
"Dasar bodoh, kau terlalu banyak memakan jamur itu, jadi efeknya cukup kuat" ucap Noel sambil menarik grobak yang di isi Erizu.
"Noel cepat beri aku obat penawarnya, aku sudah tidak tahan lagi" Erizu hanya tergeletak di gerobak itu ".... weeh ...." mungkin dia sudah tidak sanggup lagi untuk berbicara.
Noel melihat seseorang yang sedang mengeluarkan obat-obatan di dalam tasnya yang sedang mengobati kakinya, dan dia berlari menuju orang itu untuk meminta penawar racun. "Mungkin saja dia punya antibiotik"
Erizu terlihat sempoyongan karena Noel menarik gerobaknya begitu cepat.
"Hey tuan, apakau punya antibiotik penawar racun atau semacamnya" tanya Noel pada orang itu. "Orang ini membutuhkan penawar racun, kalau tidak dia akan mati keracunan" tunjuk noel pada Erizu.
"...." seseorang itu membuka kain penutup kepalanya.
"Maaf sebelumnya aku seorang perempuan" jawabnya.
"O-oy Noel dia perempuan" cetus Erizu.
"Tunggu dulu sepertinya aku mempunya beberapa" sambil mengeledah isi tasnya.
YOU ARE READING
Legend Of The Fairies
FantasyPerjalanan pulang Erizu dan Noel dari Negri Solomon ke negri para fairy setelah melaksanakan tugas membuatnya kelaparan karena tidak mempersiapkan bekal, di tengah perjalanan Erizu memakan jamur beracun dan membuatnya keracunan, akibatnya Noel haru...
