8 tahun yang lalu...
"Ngel, Revan suka lo ya? Padahal gue suka banget sama ka Revan. Gue udah ngelakuin semuanya. Gue udah ngelurusin rambut gue seperti seleranya dia, gue udah diet mati-matian demi dia, gue udah belajar dandan demi dia, tapi dia ga pernah ngasih respon. Kurang apa lagi gue?" tangis Luna sambil tersedu-sedu. Luna memang sudah menyukai Revan sejak ia masih SMP. Dulu ia dan Revan satu sekolah hingga saat ini ia duduk di bangku SMA.
"Enggak lah. Mana mungkin coba. Kenal aja enggak gimana mau suka coba" balasku menyangkal.
"Tapi pandangan dia itu lho, Ngel"
"Ah, paling lo salah liat kali. Enggak mungkin ah. Lagian coba ngapain lo masih ngejar-ngejar si es batu itu. Irit banget ngomongnya. Yang lain aja gak betah sama dia kok lo mau sih? "
"Itu namanya cinta, Ngel. Lo sih ga pernah ngerasain cinta"
Luna salah. Aku pernah merasakan cinta.
. . .
Kudengar suara tawa dan teriakan disekelilingku. Entah apa yang mereka lakukan, namun mereka terlihat bahagia. Tiba-tiba kurasakan dingin yang menusuk dipipiku. Aku pun langsung berpaling.
"Nih, es krim buat lo. Rasa vanilla. Seperti kesukaan lo."
Aku hanya tersenyum melihatnya.
"Thanks ya, Van"
"Lo tadi mikirin apaan coba sampe bengong begitu?"
Aku hanya tersenyum membalas perkataannya. Kemudian suasana diantara kami berubah menjadi canggung. Revan tiba-tiba menjadi gelisah.
"Angela, gue suka sama lo"
Tentu saja aku tercengang. Seorang Revander Mandala menembakku. Setelah banyaknya yang patah hati setelah menembak Revan, tentu saja aku tercengang. Mereka yang menembak Revan, kalau beruntung menjadi pacarnya, ya kalau tidak beruntung akan dibalas dengan kata-kata pedas nan menohok hati.
Bukannya aku tidak menyukai Revan, namun aku teringat akan Luna. Seberapa besar usaha Luna menggaet Revan. Masa harus kuruntuhkan begitu saja. Itu terlalu kejam. Dan aku tidak siap kehilangan sahabat terbaikku. Aku dan Luna sudah bersahabat sejak kami masih memakai popok hingga sekarang. Mau tidak mau aku harus mengatakannya.
"Maaf, gue gak bisa"
"Kenapa?" tanyanya syok.
"Luna suka sama lo"
"Tapi apa hubungannya Luna suka sama gue dan gue suka sama lo?"
"Luna udah berusaha menjadi cewek idaman lo, dan gue gak bisa hancurin hati Luna gitu aja"
"Tapi gue maunya lo, bukan Luna! Gue gak ngerti!"Revan mulai marah.
"TAPI LUNA SUKA SAMA LO! Apa yang lo gak mengerti. Gue gak mau kehilangan sahabat gue. Gue gak mau gara-gara cinta monyet kaya gini aja bikin gue kehilangan sahabat gue. APA YANG GAK LO MENGERTI?"
"Setelah semua yang gue lakuin itu gak berarti apa-apa bagi lo?"
Itu berarti banyak.
"Iya. Sekarang lo mending jangan ngedeketin gue lagi"
"Gue bakal ngelakuin semua yang lo minta. Asalkan lo tau, gue sayang sama lo"
Setelah itu tak ada es krim dadakan lagi, tak ada sapaan pagi yang hangat lagi, tak ada Revan yang mendengar ocehanku lagi, dan tak ada lagi cinta monyet SMA ku lagi.
YOU ARE READING
Last Love
Romance"Ketika kamu mulai menyadari kamu mencintainya, ia telah pergi dari kehidupanmu" . Dulu Angela pergi dari hadapan Revan. Membuang semua rasa cinta yang Revan berikan. Dan kini Angela menyesal. Setelah 8 tahun berlalu ia akhirnya berkesempatan bert...
