Mas Editor

747 104 11
                                        

Cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Naruto apes. Apes kuadrat. Hari ini masih lebaran. Dan hampir seluruh toko di kotanya tutup.

Padahal dia ingin sekali ngedit foto. Foto syarat registrasi kuliahnya. Namun apa bisa di kata, dia gaptek pake super.

Jadilah ia di pinggir jalan, habis turun dari angkot. Hendak mencari keajaiban Tuhan yang dengan kemurahan-Nya mengijinkan 1 toko penjual jasa edit foto untuk buka.

'Oh...thank you, Lord' batin Naruto menangis bahagia.

"Permisi," ucapnya ketika sampai di toko itu. Satu-satunya subjek di dalam toko pun menoleh.

"Mau edit foto mas, bisa?" tanyanya kalem.

"Hn." Angguk sang mas-mas.

'Yaelah, ini mas irit banget ngomongnya' batin Naruto

"Ini, mas." Naruto menyerahkan flasdisknya yang segera diterima si mas.

"Yang ini?" tanya si mas saat menunjuk satu file foto pada layar dengan cursornya.

"Iya, tolong background nya biru, ukuran 3×4, file jpg. , bisa mas?" minta Naruto panjang lebar.

"Hn." lagi-lagi di jawab singkat oleh Si Mas.

Belum sampai semenit.

"Sudah." Si Mas kembali menyerahkan flashdisk Naruto.

"Eh?" heran Naruto

"Jadi, berapa mas?" tanyanya ragu karena sadar, uangnya tinggal 3000, itupun buat naik angkot.

"Ga usah dek, gratis." Masnya tersenyum.

*Nyut* panah imajiner nembus di hatinya Naruto

"Eh, ya udah mas, terimakasih." Naruto seketika lemas.

TAMAT



GratisWhere stories live. Discover now