"Ma, pliss batalin pernikahan INI, mama Salah paham. Aku sma Ali cuma teman, Ini semua salah Aku ma. Biarin Aku yang mempertanggung jawabkan semuanya, Ali jugakan udh nikah sma Lily, sahabat aku. Aku gk mau jadi penghancur hubungan mereka ma, lagipula aku gk mau jadi seseorang antagonis yang tiba-tiba datang dikehidupan mereka." ucap prilly menangis senggukan dipelukan sang mama, ully.
"Tapi pril, kmu mau keselahan kalian berdua nanti sengsara, apa kamu TEGA PRILL, TEGA" ucap ully sambil berteriak diakhir kalimat tersebut, sambil ikut menangis.
"Mah, aku bisa kok pindah keluar negeri, atau pindah kota sendirian dan---" blum sempat prilly melanjutkan omongannya sudah ditahan oleh ully dengan tatapan tajamnya.
"MAMA GK MAU TAU KAMU HARUS TURUN KEBAWAH, LAKSANAIN APA KATA MAMA, GK PERLU PEDULIIN SI SAHABAT KMU, KAMU JUGA HARUSS PEDULI SAMA ANAK KAMU, ATAU MAMA BAKAL SERET KAMU KEBAWAH. DAN KLO KAMU TETAP GK MAU, MAMA BAKAL GK NGANGGAP KAMU ANAK LAGI" ucap ully dengan tajam, sambil menarik prilly untuk turun kelantai dasar rumah tersebut. Terlihat prilly sudah mulai pasrah dengan apa yang terjadi padanya.
Kembali prilly teringat kejadian malam tersebut, kejadian yang ternyata membuat ia merasa menghancurkan semuanya. Menghancurkan persahabtannya, kekecawaan, semua hal yang paling tidak dia inginkan terjadi. Prilly sangat menyesali hal tersebut, andai saja dia tidak ikut kepesta tersebut, andai saja di tidak dijebak sama mereka, andai saja ali tidak ada disana, andai saja bukan ali yang mengantarnya pulang, andai saja, tapi apalah arti semua andai andai tersebut. Seperti nasi telah menjadi bubur, tidak bisa lagi dikembalikan menjadi nasi, itulah mungkin kehidupan ini. Apapun yang telah kita lakukan di masa lalu, atau di masa sekarang, itu pilahan kita, dan jika terjadi kesalahan. Itu bukan salah takdir atau pun yang kuasa. Kerena kita sudah diberi hak untuk memilihkan.
-Best Husband-
YOU ARE READING
Best Husband(slow)
FanfictionPunya suami ganteng, emang impian hampir seluruh perempuan di bumi ini, udah ganteng kaya lagi. Untung bangetkan, tapi menurut prilly tidak. Jika bukan karena kesalahan yang terjadi mereka gk mungkin menikah, merekakan sahabatan. Apalagi si cwo udh...
