Dermaga Cinta

38K 1K 33
                                        

"Dani, janji yah kamu cepat kembali. Aku pasti akan sangat merindukanmu." ujar Lani dengan suara serak karena terlalu banyak menangis.

Dani merengkuh tubuh mungil kekasihnya itu dengan sayang. Dani tahu bahwa kepergiannya telah membuat wanita yang di cintainya itu sedih dan terluka. Tapi Dani melakukan semua ini demi mereka. Demi masa depan mereka berdua.

"Aku berjanji, sayang. Aku akan pulang secepatnya dan akan langsung melamarmu kepada orang tuamu begitu aku lulus kuliah dan bekerja. Aku mohon bersabarlah." pinta Dani dengan sayang. Dikecupnya kepala Lani berulang kali. Seolah mengatakan bahwa ia pun begitu berat meninggalkan gadisnya.

Ya, Lani adalah gadisnya. Gadis yang di cintainya sedari pertama mereka bertemu ketika MOS SMP. Saat itu Lani masih anak baru sementara Dani sendiri menjadi Panitia MOS.

Suara klakson kapal(sorry kalo salah) menyadarkan mereka berdua. Dengan berat hati Dani melepaskan pelukannya. Di usapnya lembut air mata yang mengalir di pipi chuby kekasihnya.

"Tunggu aku, sayangku."

Itulah kata terakhir Dani sebelum melangkahkan kakinya menaiki anak tangga kapal Feri yang akan membawanya meraih impiannya.

*****

Sudah lima tahun lebih Dani pergi tanpa kabar atau berita apa pun. Bahkan orang tua Dani pun seolah menutupi tentang keberadaan anaknya itu. Lani semakin gamang tentang keyakinannya menunggu Dani. Mungkinkah Dani telah melupakannya? Mungkinkan Dani telah memiliki wanita lain disana? Mungkinkah Dani baik-baik saja? Mungkinkah... Mungkinkah... Begitu banyak kata mungkinkah dalam benak Lani.

Ini sudah lima tahun. Tapi bahkan Dani sama sekali tak memberikan kabar apapun. Lani bahkan sengaja tidak pernah mengganti nomer ponselnya, hanya supaya jika suatu saat Dani menghubunginya, nomernya masih aktif.

Hari masih berganti, bahkan bulan pun ikut berganti. Tapi Dani bak di telan bumi.

"Eh, Bu, katanya Hamdani anaknya Bu Suroso itu sudah pulang yah? Kemari saya lihat waktu lewat depan rumanya." ucap salah seorang tetangga yang sedang berkumpul untuk bergosip.

Lani mencoba menajamkan pendengarannya saat mendengar nama Dani dan keluarganya di sebutkan. Tidak heran jika kepulangan Dani menjadi buah bibir. Keluarga Dani adalah keluarga yang cukup terpandang di kampungnya. Belum lagi dengan jenjang pendidikan yang saat ini Dani miliki. Di kampungnya, seorang lulusan sarjana adalah orang yang paling disegani. Di tambah dengan kekayaan yang di miliki keluarganya, maka lengkaplah sudah. Dani menjadi bujang yang paling di minati di seluruh kampung.

"Iya, katanya dia pulang bersama seorang gadis cantik dari kota. Mungkin kekasihnya yang akan di perkenalkan pada orang tuanya." jawab seorang ibu yang lainnya.

"Lho, bukannya Dani itu pacarnya Lani yah? Bahkan denger-denger Lani sedang hamil waktu Dani pergi dulu. Mungkin itu anaknya."

Air mata Lana mengalir dengan sendirinya ketika mendengar kabar yang tidak ingin di dengarnya itu. Di tambah kejadian saat dirinya diketahui hamil dan tidak ada lelaki yang bisa di mintai pertanggung jawaban. Bahkan Lani sempat hampir di usir oleh Bapaknya jika saja Ibunya tidak memohon dan mengancam minta cerai untuk menyelamatkan anak semata wayang mereka agar tidak di usir oleh ayahnya.

Dermaga CintaOnde histórias criam vida. Descubra agora