Hai readers!! ^_^
Ini adalah cerita pertama yang ku publish
I hope you like it, Ok?
★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆
Hah sedikit lagi selesai batinku.
Kulangkahkan kakiku keluar rumah setelah memasang high heelsku, sembari mengecek jadwal yang tertera di layar tabletku.
Apa lagi yang akan kukerjakan kali ini?
Mataku melebar
Hah gotcha
Pip....pip....pip
Ku alihkan pandanganku ke depan menatap mobil yang baru saja menungguku, senyumku mengembang menatap orang yang di belakang kemudi. Kubuka pintu mobilnya lalu memasukinya setelah dia menyuruhku masuk.
"Kau tahu? Kau terlihat seperti orang yang baru menang togel" ujar Frieda menatapku datar sembari mulai menjalankan mobil
Yap, dia adalah salah satu rekan kerjaku. Namanya Frieda Ross juga seorang ahli analisis sepertiku, biasa dipanggil Frieda. Aku mulai berteman dengannya sejak bekerja di C.I.A. Sifatnya cukup mirip denganku, sama-sama gila [bhaksXD]. Sebenarnya aku punya cukup banyak teman, namun dialah yang paling dekat denganku selain... ah sudahlah, sampai disini saja perkenalannya.
Tugas seorang ahli analisis seperti kami yaitu memantau dari jauh kondisi sekeliling agen saat menjalankan tugas, memberi tahu di sudut mana ada musuh bersembunyi, dari arah mana musuh datang, bahkan dalam gerak cepat saat agen sedang bertarung. Alhasil dalam keadaan terburuk sekalipun, agen dapat tetap tampil klimis. Kamilah yang selama ini jadi mata dan telinga agen. Kamera dan earpiece itu terhubung lewat satelit ke komputer kami di markas CIA.
"Apaan sih? Ganggu orang lagi bahagia aja. Kamu gak seneng liat gue bahagia?" kutatap dia dengan kesal
"Bukan itu maksud gue, maksudku harusnya kamu bagi-bagi kesenangan dong jangan disimpen sendiri, entar lu dikira orang gila senyam-senyum sendiri, sensi banget lagi PMS lu?" sekarang berbalik, dia lagi yang kesal kepadaku
"Sembarangan aja lu" ujarku
"Iya deh, gue ceritain. Ceritanya tuh gini, tadi gue cek tabletku untuk me-" belum saja kuselesaikan kalimatku
"To the point!" sambarnya
"Yaudah deh, hari ini Robert dapet tugas lagi untuk diselesaikan daan.." ujarku berharap dia tahu kata-kata terakhirnya sambil menaik-turunkan kedua alisku
"Kau yang akan memandunya? Wah bro merdeka lu merdeka" soraknya yang sedang menyetir sambil sesekali melihatku
"Aku menang Fri aku menang" sorakku penuh kemenangan
"Entar traktir ya" Frieda mengedipkan sebelah matanya
"Jangan dulu dong, doain gue dulu, entar kalo gak jadi lo yang harus traktir gue" ujarku
"Apa? Enak aja, gak nyambung lu" balasnya yang kubalas dengan cengiran
***
Kami sudah sampai di tempat tujuan, tepatnya di salah satu markas C.I.A. yang terletak di Washington, DC.
Baru saja ku masuk ke ruang kerja.
Oh astaga, aku melupakannya
Aku terpaku di depan pintu masuk. Mataku dibuat terbelalak dengan kehadiran cewek itu, Eve.
Uh, menyebalkan!! Aku lupa kalau dia akan menjadi partner Robert untuk menyelesaikan misi yang satu ini. Ya Tuhan, apa salah hambamu ini. Dia sangat perfect, begitu beda dengan hambamu yang satu ini. Dia akan memikat hati Robert
YOU ARE READING
ELLA
Action"Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja" ucapku tersendu-sendu berharap ia mengerti Ya, masa lalu itu selalu saja menghantuiku. Membuatku tak dapat memaafkan diri sendiri. Semua ini karenaku, semuanya salahku, kenapa ini harus terjadi. Kenapa pa...
