Prologue

38 4 0
                                        




"Pelanginya bagus ya,"

Ale menyenderkan kepalanya ke bahu Farel. Dia tersenyum melihat langit sore yang damai dihiasi oleh indahnya pelangi. Farel mulai merangkul bahu Ale.

"Lo tahu, bagian paling indah dari semua ini?" tanya Farel sambil melirik Farel.

"Gak tahu. Emang apa?" tanya Ale balik. Farel mengusap kepala Ale pelan.

"Bagian paling indah dari semua ini tuh, saat gue bisa nikmatin ini semua, sama cewek kesayangan gue," ucap Farel dengan agak pelan. Ale setengah terkejut mendengar perkataan Ale. Ale pun bangun dan langsung duduk di bawah rerumputan yang sama.

Farel menyadari tingkah laku aneh Ale tersebut. Dia tahu, Ale sedikit salah tingkah. Farel pun berdiri lalu menarik tangan Ale pelan agar Ale ikut berdiri. Dari belakang bajunya, Farel mengeluarkan setangkai bunga mawar merah yang masih segar dan harum. Farel lalu memegang kedua tangan Ale yang mungil itu.

"Le, mungkin emang kita belum terlalu lama kenal, tapi, lo mau kan jadi pacar gue?"

Ale terkejut mendengarnya. Dia tidak percaya bisa ditembak oleh seorang Farel; cowok tenar di sekolah yang banyak dikagumi oleh cewek di SMA-nya. Sementara, Ale merasa dia hanya gadis biasa yang tidak pantas untuk Farel. Namun, ia tidak bisa membohongi perasaannya. Dia mengangguk pelan sambil tersenyum kecil. Farel yang melihat jawaban Ale, langsung tersenyum senang dan memeluk Ale.

Langit sore yang indah itu telah menjadi saksi bersatunya Farel dan Ale. Ale tak bisa membendung perasaan bahagianya itu. Begitu pun Farel. Farel berusaha meyakini hatinya, Ale bukanlah orang yang selama ini dia cari. Yaitu, adik kembarnya yang telah hilang bertahun-tahun.

***

Hallu! Aku Luvita, aku baru banget nih bikin cerita di wattpad, he. Sooo maaf kalo ceritanya garing / garame yeaa. Selamat membaca!! xoxo💚

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 11, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

TWINS?Stories to obsess over. Discover now