"Good morning everyone" sapa gadis manis yang baru saja keluar dari kamarnya dan langsung bergabung dengan keluarga kecilnya untuk sarapan.
Gadis itu bernama Kim Jiyeon
"Eomma masak apa hari ini?" Tanya gadis bermarga Kim tersebut sambil duduk di kursi tempat ia biasa sarapan.
"Eomma hanya membuat nasi goreng hari ini tadi eomma bangun kesiangan" Jawab wanita yang sudah berumur tapi masih tetap terlihat muda, Jung Sena atau ibu dari Kim Jiyeon.
"Apapun yang eomma masak aku selalu menyukainya" ujar Jiyeon
"Eonnie! Kau pasti ingin meminta sesuatu kan jadi kau memuji eomma" Sahut gadis kecil berumur 10 tahun yang duduk di samping Jiyeon yang tidak lain adalah adik dari Kim Jiyeon, Kim Hyeri.
"Ya! Jangan samakan eonnie mu ini denganmu. Tentu saja aku memuji karena masakan eomma benar - benar enak" Kim Jiyeon
"Aisshh kalian berdua selalu saja bertengkar. Jiyeon-ah kenapa semalam kamu tidak ikut makan malam? Dan setahu eomma kamu tidak keluar kamar sama sekali" Tanya Eomma
"Pasti eonnie sibuk membalas chat dari pacarnya" sahut Hyeri
"Ya! Ani...bukan seperti itu. Semalam aku sibuk belajar karena hari ini ada ulangan. Ah benar! Eomma hari ini aku ada ulangan,aku tidak boleh terlambat. Aku harus berangkat sekarang" Jiyeon dengan buru - buru menghabiskan satu gelas susunya.
"Jiyeon-ah sarapanlah terlebih dahulu" ujar eomma
"Aku tidak punya waktu untuk itu, aku akan sarapan nanti di sekolah" Jiyeon langsung mencium sebelah pipi ibu nya dan mengelus rambut adiknya dan beralalu begitu saja.
"Eonnie!" Teriak Hyeri
Langkah Jiyeon terhenti saat mendengar adiknya berteriak
"Wae?" Jawab Jiyeon tanpa berbalik sedikitpun.
"Pulanglah cepat hari ini. Aku ingin pergi jalan - jalan hari ini dan kau harus mau mengantarku" Kim Hyeri
"Aku tahu hari ini kau ada ulangan Bahasa Inggris. Jika kau mendapat nilai sempurna aku akan mengajakmu kemana pun kau mau. Tapi jika tidak, jangan pernah berharap itu" Jelas Jiyeon
Kim Jiyeon pun melanjutkan kembali langkahnya yang sempat terhenti tadi.
"Terkadang aku bingung harus menyembut dia eonnie yang baik atau jahat" gumam Hyeri
Begitulah seorang gadis bernama Kim Jiyeon ia seorang gadis yang periang. Gadis itu bagaikan musim panas, mempunyai sifat hangat kepada siapapun dan selalu tersenyum cerah dimanapun. Sekarang Kim Jiyeon berumur 18 tahun dan ia duduk di bangku senior high school. Jiyeon tinggal bersama ibu dan adik nya sementara ayahnya telah tiada. Walaupun keluarganya tidak lengkap lagi tapi itu tidak membuat jiyeon terus bersedih. Entah mantra apa yang dipakai Jiyeon sehingga ia bisa terus terlihat bahagia dimanapun dan apapun keadaannya.
Sementara itu ditempat lain, terlihat seorang namja yang baru saja turun dari kamarnya dan langsung tersenyum miris saat melihat meja makan di rumahnya kosong tak ada seorang pun. Hanya ada seorang pegawai rumahnya yang berdiri di samping meja makan itu.
"Selamat pagi tuan muda" sapa pegawai rumahnya sambil sedikit membungkukkan dirinya kepada namja tersebut.
"Makanan untuk pagi ini sudah siap. Silahkan tuan muda" ujar Pegawai tersebut.
"Dimana eomma dan appa?" Tanya namja itu.
"Nyonya dan tuan tadi pagi - pagi sekali sudah berangkat karena hari mereka ada rapat di----"
"Sudah kuduga" potong namja tersebut
"Selalu saja seperti ini. Mereka memang tidak mempunyai anak mereka hanya hanya memiliki pekerjaan. Jadi hanya itu yang mereka urus" ujar namja itu lalu berlalu begitu saja.
"Tuan muda anda tidak akan sarapan pagi ini?" Tanya pegawai tersebut sambil sedikit berteriak
"Buang saja semua makanannya, aku tidak mempunyai niat sedikitpun untuk memakannya" Jawab namja tersebut.
Park Jimin, seorang namja berumur 21 tahun yang sekarang sedang berkuliah di salah satu universitas ternama di Korea. Jimin termasuk orang yang mempunyai segalanya, ia bisa mendapatkan apa yang ia mau dengan mudahnya. Tapi ada satu yang sampai saat ini sulit ia dapatkan yaitu merasakan kasih sayang dan kebersamaan bersama keluarganya adalah keinginan Jimin yang sulit untuk dicapai. Ia merupakan anak tunggal dan orang tuanya setiap hari sibuk dengan pekerjaannya termasuk hari libur sekalipun.
Hal tersebut membuat Jimin merasa kalau orang tuanya sama sekali tidak menyayangi nya atau bahkan tidak menganggap nya.
Mereka selalu meninggalkan Jimin di rumah bersama para pegawainya dan Jimin sangat membenci itu. Mungkin itu salah satu penyebab Jimin mempunyai sifat dingin. Yap! Park Jimin bagaikan musim dingin yang selalu bersikap dingin kepada siapapun terutama kepada orang baru dihidupnya dan orang - orang yang berada di sekitarnya selalu menghindarinya seolah jimin adalah hujan lebat yang perlu dihindari untuk mereka berteduh dari hujan itu.
Akankah sifat Park Jimin akan selalu dingin? Ataukah akan ada seseorang yang dapat menghangatkan kehidupan seorang Jimin?
Lalu bagaimanakah jika Yeoja hangat seperti Kim jiyeon dipertemukan atau mungkin dipersatukan dengan namja dingin seperti Park Jimin?
Annyeong readers ^^
Aku datang bawa cerita baru nih... ini baru prolog nya yah.
Nanti cerita nya akan di share segera. Semoga kalian suka yah sama ceritanya ^^
Jangan lupa vote dan comment supaya cerita nya cepet di share dan akunya semangat nulisnya :-)
See ya!
YOU ARE READING
When Summer Meet Winter
FanfictionMusim panas dan musim dingin adalah dua musim yang sangat berbeda. Tapi, bagaimana jika kedua musim tersebut dipertemukan? Cast : Kim Jiyeon (Kei) Of Lovelyz Park Jimin Of BTS
