Prolog

273 28 2
                                        

Suara alarm berbunyi, Friska terbangun dari tidurnya. Rambut singa, muka bantalnya, kemudian kantung mata yang bisa dibilang sangat besar. Hari ini adalah hari pertama Friska masuk sekolah, dengan cepat ia bergegas ke bawah untuk sarapan. Sudah ada mama, papa, dan kakaknya yang sedari tadi menunggunya untuk sarapan bersama.

"Pagi mah, pah, dan kakak tercinta."

"Alay lu kayak cabe-cabean pinggir jalan." Ketus kak Levin.

"Apa sih kak pagi-pagi udh bikin orang emosi aja."

Begitulah keseharian mereka, membuat suasana di pagi hari itu menjadi ramai dengan pertengkaran mereka.

Baru saja sampai di depan Gerbang SMA Garuda, kakinya seakan berhenti, begitu juga dengan waktu yang seolah-olah berhenti tanpa diperintahkan olehnya. Sejenak ia mengamati sekolah itu dan seakan waktu berjalan kembali, tanpa membuang banyak waktu, ia berlari menuju lobby dan tiba-tiba.....

*BRUUUKKK!!!*

"Eh sorry." Ucap laki-laki itu dengan masker yang melekat diwajahnya.

"Eh iya gapapa kok, salah aku juga ngga liat-liat kalo jalan."

"Oh yaudah, gua pergi ke kelas dulu ya." Ucapnya sambil berjalan menjauh.

Aneh.

Bingung? Bagaimana tidak, gedung sekolah yang sangat besar ditelusuri sendirian. Lelah? Tentu saja, memerlukan waktu 1 jam untuk mencari ruangan tersebut dan sampai saat ini ia belum menemukannya dan dengan setengah hati ia menelusuri lorong demi lorong. Sepi, sunyi, dan dingin yang menemaninya saat ini.

"Hei kamu yang di sana." Ucap seseorang dari kejauhan.

Friska bingung siapa yang dipanggil orang itu, tetapi tak ada orang lain di sana selainnya. Friska menyipitkan matanya, berusaha untuk menerawang siapa orang yang memanggilnya. Namun, usahanya sia-sia.

Yah mampus gua, kaca mata gua dimana? Duh kagak keliatan.

"Hei kamu anak baru ya? pasti lagi nyari ruang kepala sekolah, sini ibu anterin."

Friska pun mengikutinya dari belakang dengan perasaan yang lega. Begitu besar sekolah itu sampai membuatnya bingung. Langkah demi langkah ia telusuri lantai bawah dan sampailah mereka di depan ruangan dengan tulisan Ruang Kepala Sekolah.

Yeah akhirnya, belum belajar aja udah capek gini.

TOK! TOK! TOK!

"Ya silahkan masuk." Teriak seseorang di dalam.

"Permisi bu, saya anak pindahan dari SMA Tunas Bangsa ---"

Belum selesai Friska berbicara...

"Ohiya iya saya tahu, baiklah ikuti saya."

Sesampainya di kelas X MIA 1...

You're My EverythingStories to obsess over. Discover now