Chapter 1

265 10 5
                                        

Na mi POV.

Aish! Aku tidak mengerti kenapa harus ada manusia sepertinya. Tidak sopan, tidak tau malu! Bahkan dia selalu menyebalkan!

"Kau harusnya berhenti untuk memakinya Na mi... kau benar-benar menakutkan saat seperti ini"

Kutolehkan kepalaku ke samping. Dan kulihat sahabatku telah duduk manis di sebelahku. Sejak kapan dia di sana? Entahlah...

"Kau selalu muncul tiba-tiba seperti hantu. Kau yang lebih menakutkan... dasar" ujarku tak terima.

"Kau terlalu banyak menonton film... membaca komik atau novel. Kau harusnya belajar, kau dengar? Be-la-jar"

"Baiklah tuan sok pintar. Aku harus membaca jika begitu, sepertinya aku tidak akan bertambah pintar jika mendengar ocehanmu"

"Novel? Lagi?" Kudengar ocehanya barusan, tapi aku lebih memilih untuk bungkam dan beranjak dari kursi.

"Ya, mau kemana kau? Belajar memahami novel barumu?"

Oh ya Tuhan, bahkan dia masih bisa mengejekku?

" ya! Aku bicara padamu!"

Baiklah, kali ini aku menoleh padanya.

"bagaimana kau bisa... tau jika aku mengomel pada namja gila itu?" Tatapku penuh selidik.

"Aku tau kebiasaanmu bocah" jawabnya dengan tampang bodoh tanpa bersalah.

"Baiklah... apapun itu" ujarku lalu kembali ke niat awalku, yaitu kembali ke kelas.

***

Hari ini berjalan seperti biasa. Dan pelajaran berjalan seperti biasa, seperti sekumpulan rumus matematika atau fisika yang bergerombol menjadi satu dihadapanku. Terlihat rumit dan terasa memusingkan seperti biasa.

Aku memijit pelipisku pelan, mencoba menghilangkan pening karena besok akan diadakan ujian fisika.

Bagus sekali, dan dihari yang sama matematika juga turut hadir setelah ulangan fisika.

"Wae?"

"Ani, hanya pusing" jawabku singkat.

"Kau harus belajar untuk besok" ucap sahabatku. Terdengar menyemangati, namun tetap saja. Andai saja dia yang duduk disebelahku ketika ulangan, pasti akan lebih mudah mencontek.

"Kau tidak berfikir untuk mencontek bukan? Ayolah Na mi... kau benar-benar tidak berubah"

Aku melotot ke arahnya, seperti melihatnya kaget juga seperti melihatnya dengan kesal.

"Kau pikir aku yeoja seperti itu? Hah, tentusaja aku akan belajar Kyung"

Kulihat ke arahnya, tatapanya seperti meragukan ucapanku barusan.

"Baiklah... ya, aku memang pernah mencontek. Kau puas? Tapi... maukah kau mengajariku?" Ocehku padanya yang masih diam. "Yak!! Do Kyungsoo! Aku sedang berbicara padamu!" Kini Kyunsoo reflek membekapku karena kerasnya ucapanku barusan.

"Park Na Mi! Do Kyungsoo! Keluar dari kelas!"

Author POV.

Nappeun NamjaWhere stories live. Discover now