Prologue

31.3K 1.9K 88
                                                  

         MECE adalah kepanjangan dari meja kece, singkatan yang dibuat Reyno alias Rey. Meja yang berada di tengah-tengah kantin dimana hanya anak-anak populer yang duduk disana. Dan pada waktu istirahat seperti ini MECE akan diduduki oleh KJR [Kenzo, Jevino, dan Reyno].

"Zo.. Mau sampai kapan lu jomblo kayak gini terus?" tanya Jevino serius menatap Kenzo yang malas dengan pertanyaan yang sering dilontarkan untuk dirinya.

"Masa lu mau jadi jobadi sih," sahut Rey.

Jevino mengerutkan alisnya pada Rey. "Jobadi?"

"Iye, JOmblo aBADI."

"Zoken!!" panggil Jevino dengan panggilan khususnya bersama Rey yang membalikkan suku kata nama Kenzo.

"Lu tau banyak tuh cewek demen sama lu, tapi lu nya aja yang terlalu cuek sama mereka. Mau lo apa sih?" lanjut Jevino pusing.

"Jopuk. Jomblo lapuk. Joteng. Jomblo ganteng. Jolateng. Jomblo lapuk tapi ganteng." Sementara Rey masih mengarang-ngarang singkatannya sendiri. Sudah menjadi hobi Rey untuk membuat singkatan seperti itu.

"Kenzo!! Woy!!" sentak Jevino.

Kenzo akhirnya menatap Jevino malas. "Apa?"

"Lo denger kan tadi gue ngomong apa aja?" tanya Jevino.

Kenzo hanya berdeham kemudian menyeruput kembali iced black coffee-nya.

Jevino tentu heran dengan Kenzo yang notabene nya sebagai cowok dambaan para wanita yang nyaris sempurna tetapi enggan untuk berpacaran. Bahkan hingga saat ini usianya sudah menginjak 17 tahun, Kenzo belum pernah berpacaran sama sekali.

"Gue aja udah 5 kali pacaran dari SD sampai kita kelas 2 SMA ini." kata Rey.

Jevino berdecak. "Gue juga udah 5 kali pacaran dari bulan Juni kemarin sampai sekarang bulan November."

"Ya lo mah Playboy." sambung Rey.

Jujur saja Kenzo paling benci kalau kedua temannya itu sudah mulai membicarakan hal seperti itu. Dan itu membuat Kenzo muak. "Gue balik kelas."

"Eh!! Lo mau kemana sih..!!" Jevino menarik tangan Kenzo yang sudah berdiri ingin segera cabut.

"Bentar dulu elah," sambungnya. Kenzo pun terpaksa kembali duduk.

"Sekarang kita harus pecahkan dulu masalah lu!" timpal Rey tiba-tiba.

Kenzo menaikkan alis kanannya. "Masalah?"

"Iya. Masalah kenapa lu selama ini nge-jomblo." Rey mengarahkan jari telunjuknya pada Kenzo.

Jevino memutar matanya malas. "Gak usah ditanya lagi. Pasti gara-gara kejadian di tempat penitipan dulu."

"Nah itu!" Rey tampak mendapatkan ide cemerlang.

Kenzo pun nampak semakin tertarik dengan arah pembicaraannya, jarang kedua temannya ini bisa diajak bicara serius.

"Zoken kan cuma pingin pacaran sama si cewek itu... Cewek di tempat penitipan dulu," ujar Rey. Kenzo hanya memberikannya anggukan.

"Gimana kalau kita cari aja tuh cewek!" Rey merasa bahwa sekarang terdapat bohlam lampu menyala di atas kepalanya.

"Leh uga tuh." komen Jevino.

Kenzo hanya diam. Ia juga memang pernah berniat mencari gadis yang ia temui ketika ia masih kanak-kanak itu. Tapi, dia bingung bagaimana caranya.

KENZO [hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang