[JJH] I Know It'll Happen

513 26 2
                                        


T | Jung Jaehyun – Go Heesung | Slice of Life | Teaser

Inspired by a scene in Tanaka-kun wa Itsumo Kedaruge episode 1

Teaser of Wont Let You Go (unpublished)



Semua orang adalah pemeran utama dalam drama kehidupannya.



Aku pernah membaca itu di suatu tempat. Tapi kurasa, aku tak masalah jika tak menjadi tokoh utama. Kalau tokoh utamanya seperti diriku, siapa yang ingin menayangkan dramanya? Tidak ada. Bahkan jika memaksa ditayangkan pun, rasa-rasanya tidak akan laku. Tidak akan.

Aku Go Heesung, dan aku merasa aku tidak cantik. Sebaliknya, teman baikku, Cheon Aekyung adalah gadis paling cantik di sekolah. Tidak juga, hanya aku yang menganggapnya demikian. Aku yang tidak cantik ini juga berharap banyak pada seseorang bernama Jung Jaehyun, pemuda paling tampan di sekolah–sekali lagi, hanya aku yang menganggapnya demikian.

Banyak pemuda seperti Jaehyun di dunia ini. Tapi aku hanya tertarik kepadanya.

Secara klise kami dipertemukan dalam sebuah klub. Aku, Aekyung, dan Jaehyun. Aku menonjol dalam klub ini, tapi Aekyung dan Jaehyun lebih menonjol lagi. Aku memang bukan apa-apa kalau dibanding mereka.

Setidaknya aku harus berusaha mendekati Jaehyun, dan memang itu yang kulakukan. Banyak hal yang kulakukan. Termasuk menyelipkan surat dan hadiah kecil di lokernya sepulang sekolah, dan hadiah itu akan sampai di tangannya esok hari. Aku sering berpura-pura lewat depan kelasnya di pagi hari untuk melihat reaksinya, dan dia hanya tersenyum. Senyuman yang indah.

Aku tak pernah berpikir untuk menyukai seseorang dengan kulit yang lebih putih dariku, tapi Jaehyun mematahkan itu. Dia sangat putih. Sungguh. Bahkan aku yang perempuan ini kalah putih. Mungkin karena aku sendiri adalah atlet yang berlatih di luar ataupun di dalam ruangan.

Ya, aku atlet. Taekwondoin lebih tepatnya. Aku sabuk hitam, dan belum berpikir untuk mengambil DAN. Kupikir tak perlu. Nanti saja kalau aku sudah lulus SMA.


-o-


Hari berlalu cepat dari apa yang dapat kupikirkan. Untuk pertama kalinya aku akan menghabiskan waktuku dengan Jung Jaehyun. Itu seperti mimpi.

Kami berjanji bertemu di dalam taman hiburan. Aku tak dapat berpenampilan selayaknya seorang gadis. Ya, beginilah aku. Aku lebih memilih berpenampilan apa adanya aku. Jadi, jika Jung Jaehyun menyukaiku, dia akan menyukai Go Heesung yang benar-benar Go Heesung, bukan orang lain. Tapi aku tak berharap banyak dia akan menyukaiku juga. Tidak mungkin.

Jung Jaehyun datang dengan pakaian yang biasanya. Dalam beberapa event yang kami datangi bersama anggota klub, rasanya dia tidak pernah memakai pakaian lain. Aku juga seperti itu.

"Kau mudah sekali ditebak, Heesung-ah. Dari belakang aku sudah tahu itu pasti kau."

"Aku juga," kataku, "langsung tahu kalau yang datang itu kau."

Kami menghabiskan waktu bersama. Berteriak, berbincang, bercanda, dan tertawa bersama-sama. Rasanya seperti mimpi. Aku tak pernah berharap banyak, dapat dekat seperti ini saja sudah cukup bagiku. Tidak semua kisah cinta berjalan mulus seperti apa yang diharapkan. Aku dan Jaehyun yang tersenyum bersama seperti rasanya sudah cukup. Jika memang diberikan lebih, tentu aku tak akan menolak.

Hujan turun dan aku menengadahkan tanganku. Aku menarik sebuah senyuman lebar. Aku menyukai hujan. Jadi, hujan tak akan membuatku sakit meski aku berdiri di bawahnya semalaman.

Jaehyun menarik tanganku, dan kami berteduh di dalam café yang ada di dalam taman hiburan itu. Tak ada wahana yang menyenangkan untuk dicoba ketika hujan. "Kau ingin minum apa?" tanyanya. "Tunggu, tunggu, biar kutebak. Kau akan memilih cappucino!"

Aku mengangguk, "Berkali-kali aku memesan itu di depanmu. Kau pasti hafal."

Jaehyun pergi memesan, dan aku melihatnya dari kejauhan. Dia sungguh tampan, sekalipun yang kulihat hanya punggungnya. Dia pemuda yang baik. Karena kebaikannya itu pulalah aku tak berani berharap. Dia berbuat baik pada hampir seluruh gadis, bukan hanya aku saja, bahkan pada Aekyung juga. Jadi, siapapun bisa saja terbawa perasaan dan jatuh padanya sepertiku.

Dia kembali dengan dua gelas kopi panas, "Hati-hati, itu masih sangat panas." Tanpa diberitahu pun, aku sudah tahu. Dia lalu sibuk membuka tasnya dan mengeluarkan jaket dari sana. Jaket itu diserahkan kepadaku, "Pakailah. Nanti kau kedinginan. Kau alergi dengan cuaca dingin, bukan?"

Aku mengambil jaket itu seraya menggumamkan terima kasih dengan sangat pelan. Lalu memakainya. Sedikit kebesaran, namun tak masalah. Aku justru senang.

Semuanya menghangat bagiku. Tenggorokanku, perutku, tubuhku, bahkan hatiku ikut menghangat oleh sebuah senyuman.

"O ya, Jaehyun-ah."

"Hmm?" Jaehyun sibuk menyesap kopi panas miliknya. Dia terlihat manis.

"Apa kau punya seseorang yang kausukai?"

"Punya."

Aku terkejut dengan jawaban cepatnya. Tapi, setiap orang memang memiliki orang yang disukainya, pasti. "Siapa?" aku pun memberanikan diri untuk bertanya.

"Cheonsa. Kau kenal 'kan?"

"Cheonsa? Tentu aku kenal. Aku kenal baik dengannya."

"Aku menyukainya, dan bagaimana aku menyatakan perasaanku kalau Cheonsa saja punya kekasih. Hidup ini rumit ya, Heesung-ah? Tidak semua yang kita mau akan terpenuhi. Tidak semua kisah cinta berakhir bahagia. Andaikan berakhir bahagia, aku dan Cheonsa pasti akan bersama."

Aku tersenyum kecil tanpa menjawab. Aku hanya menyesap cappucino-ku yang tiba-tiba terasa sangat pahit. Ya, aku tahu ini akan terjadi. Dia tak mempunyai perasaan apapun padaku. Tapi aku tak menyangka dia akan menyukai Cheonsa. Ah, Cheonsa itu. Ya, andaikan berakhir bahagia, hari ini pasti adalah hari kencan kita, Jung Jaehyun.

"Kau sendiri, Heesung-ah, punya seseorang yang kausukai?"

"Ya. Sayangnya dia menyukai seorang gadis yang sudah memiliki kekasih."

"Rumit ya, kisah cintamu. Lebih rumit dari milikku."

"Sangat rumit, Jaehyun-ah. Sampai aku muak."

"Mianhae ...."

"Gwenchanha."

Setidaknya, aku harus tersenyum seperti tak terjadi apa-apa di depannya.

Jaehyun belum tahu aku menyukainya. Belum juga tahu mengenai siapa pengirim surat-surat dan hadiah-hadiah itu.

Biarkan saja begini.

Aku akan menyimpan semuanya sendiri.

Jung Jaehyun tak perlu tahu.






Fin.



If you wanna request for next story, you can inbox me or contact me by LINE ID: hanimexo

NCT Random FictionsWhere stories live. Discover now