Part 1

1.7K 146 12
                                        

"pelan pelan" seru Myungsoo sambil menuntun wanita nya berjalan dengan mata yang di tutup kain.

"apa masih jauh?" tanya Suzy.

"tidak, kita sudah sampai" jawab Myungsoo menghentikan langkah Suzy.

"boleh ku buka ikatannya?" tanya Suzy.

Myungsoo membantu Suzy membuka ikatan kain di matanya.

Suzy mengerjap ngerjapkan matanya berkali kali, setelah matanya terbuka sempurna. mata bulatnya semakin membulat ketika melihat apa yang ada di depannya.

"indah nya" ucap Suzy takjub.

"bukit Bintang, kau suka?" tanya Myungsoo dijawab anggukan mantap dari Suzy.

cahaya cahaya lampu rumah rumah masyarakat di malam hari di lihat dari atas bukit, bukan kah itu terlihat indah.

"dari mana kau menemukan tempat ini myungsoo?" tanya Suzy sambil merentangkan kedua tangannya , menikmati udara malam di atas bukit.

Myungsoo tersenyum kecil tidak sedikitpun ia mempunyai niat untuk menjawab pertanyaan wanita nya.

Ia memutar tubuh Suzy sehingga mereka saling berhadapan sekarang. tangan Myungsoo terulur merapikan rambut suzy yang sedikit berantakan karena angin.

"Suzy" panggil Myungsoo.

Myungsoo mengeluarkan sebuah kotak cincin dari saku celananya, ketika Myungsoo membuka kotak cincin itu, sebuah cincin putih yang cantik membuat mata Suzy berbinar.

"menikah lah denganku, Bae Suzy" kata Myungsoo mantap.

"Myungsoo" Suzy merasa terharu dan dalam hitungan detik Suzy menibruk tubuh Myungsoo, memeluk nya erat.

"jangan nangis, eisshh kenapa kau malah menangis?" ucap myungsoo sambil menghapus air mata di pipi putih Suzy.

"ayo pakai cincin nya, berikan tangan mu" Suzy mengangguk tersenyum dan mengulurkan tangannya.

jantung Suzy berdegup sangat cepat, ketika Myungsoo mulai memasukan cincin cantik itu kedalam jarinya.

setelah selesai, Myungsoo mengecup tangan Suzy dan beralih mengecup kening nya.

"cincinya cantik sama seperti mu" kata Myungsoo lalu menarik Suzy kedalam dekapannya.

---

Sreeek

Myungsoo membuka pintu kamar Suzy, ia tersenyum kecil ketika melihat Suzy yang baru selesai sarapan.

"selamat pagi nona Bae" sapa Myungsoo.

"pagi, dokter Kim" balas suzy.

Myungsoo mempercepat langkahnya mendekat keranjang rawat Suzy.

"Eissh, kau makan seperti anak kecil" kata Myungsoo sambil membersihkan sisa makanan di bibir Suzy dan di balas cibiran oleh Suzy.

"sudah minum obatnya?" tanya Myungsoo di balas anggukan oleh Suzy.

"anak pintar" kata Myungsoo mengusap puncak kepala Suzy.

Suzy menatap wajah tampan Myungsoo yang tengah tersenyum hangat padanya.

"Myungsoo, apa cukup?" tanya Suzy.

"apa?" Suzy menghela nafas kesal, di tanya malah balik tanya.

"waktu ku, apa cukup waktu ku untuk tiga bulan kedepan?" Myungsoo hanya diam tak menjawab pertanyaan Suzy.

"Myungsoo jawab!" seru Suzy.

"aku sudah memesan tempat, So eun noona juga sudah merancang gaun yang cantik untuk mu dan -"

"aku takut, aku tidak bisa bertahan dan mengecewakan mu" potong Suzy lirih.

Myungsoo terdiam lalu menarik Suzy dalam dekapan nya, ia memejam kan matanya ketika mendengar isak tangis dari bibir Suzy.

---

Myungsoo mengetuk ngetukan sepatu hitamnya ke lantai dengan tubuh nya yang bersandar di dinding samping pintu ruang kemoterapi.

Sreek~

Pintu ruang kemoterapi terbuka dengan cepat Myungsoo menegakkan tubuhnya.

"terimakasih suster" ucap Suzy pada suster yang mendorong kursi rodanya.

"biar aku yang mengantar nya ke kamar, kau bisa kembali berkerja"

"ya, permisi dok" suster itu menundukan tubuhnya sedikit sebelum pergi meninggal kan Myungsoo dan Suzy.

Myungsoo berjongkok dihadapan Suzy dan tersenyum hangat.

"Apa kau tak ada pasien?" tanya Suzy.

"aku sudah selesai" jawab Myungsoo.

"apa sakit? apa sakit kemoterapinya?" tanya Myungsoo.

"tidak sakit, hanya saja kemoterapi membuat rambut ku rontok" jawab Suzy.

Myungsoo tersenyum kecut, ia tau bahwa wanita nya ini sedang berbohong. Hei, dia ini seorang dokter.

"tenang saja aku tak akan melirik wanita lain hanya karna kau tak punya rambut" kata Myungsoo membuat pipi Suzy merona.

"mau ke taman?"

---

"AMBIL SUNTIK, CEPAT !!"

teriak Myungsoo pada Eunji -asistennya- sambil mengelap dahi suzy yang terus berkeringat.

"akkhh, eomma sakit"

suara Suzy membuat Myungsoo semakin panik.

"akkhh akkhh" Suzy terus meronta ronta.

"Suzy kau harus bertahan"

nafas Suzy mulai tak beraturan, mata suzy juga sudah merah.

"Eommaa"

"Eunji mana suntiknya!" seru Myungsoo.

"ini dok" Eunji memberikan suntikan yang sudah ia isi dengan obat penenang dan penghilang rasa sakit.

"tahan tangannya"

Eunji mengangguk lalu menahan tangan kanan Suzy agar tetap diam sementara Myungsoo menyuntik nya.

perlahan suara teriakan Suzy dan pergerakan Suzy mulai berhenti.

"ini sakit Myungsoo" ucap Suzy lirih sebelum menutup matanya.

Myungsoo menatap sendu kearah Suzy, ia menjatuhkan tubuhya kelantai sambil menggenggam erat tangan kanan Suzy.

"Suzy-ah aku mencintai mu, kau harus bertahan" kata Myungsoo menenggelamkan wajah ya di ranjang Suzy.

"Tuhan, izin kan mereka bahagia" ucap Eunji lirih sambil berjalan keluar kamar Suzy.

TBC

ff ini terinspirasi dari ff haesica (donghae jessica) disalah satu fp tapi tenang aja aku ga jiplak ataupun copas ko, tempat waktu juga beda. ^^

TogetherWhere stories live. Discover now