Namaku Deandra.
Aku mencintai segala sesuatu yang berhubungan dengan Gudetama, sebuah kuning telur paling imut. Aku menyukai warna biru, biru adalah yang terbaik.
Dan terakhir,
aku menyukai Noel.
Oh bukan menyukainya, aku mencintainya.
Aku mencintai Noel.
Entah ini berawal dari mana, aku sangat mengagumi Noel waktu kelas empat dulu. Sejak TK aku selalu satu sekolah dengan Noel, aku sendiri tidak tahu alasannya.
Sekarang? Aku hanyalah seorang gadis jomblo berumur tiga-belas-tahun.
Dan coba tebak, aku masih menyukai Noel.
Satu sekolah lagi? Iya! Lagi dan lagi!
PAUD satu sekolah, TK satu sekolah, SD satu sekolah, SMP satu sekolah. SMA nya masih nggak tau.
Kenapa nggak satu kelas? Karna dia lebih tua setahun.
Jadi kalo kelas satu, dia kelas dua? Hooh, seratus.
Aku sudah menyukainya selama tiga tahun. Jujur, aku pernah menembaknya sekali. Jawabannya?
Entahlah.
Dia tidak memberikan respon yang bagus dan jelas. Aku bahkan masih bertanya - tanya apa dia menolakku, atau menerimaku.
Walau aku yakin delapan-puluh persen aku ditolak, aku masih berharap pada dua-puluh persen itu. Masih terlalu berharap hingga saat ini, saat dia sudah mengatakan bahwa wajahku hancur, aku masih menerimanya.
Ya Tuhan,
pasti ada yang salah denganku.
Wajahku tidak hancur, catat itu! Dasar menyebalkan, tidak mungkin wajahku sejelek itu kan? Bayangkan saja wajah normal seorang gadis berumur tiga-belas tahun, bermata sipit dan memiliki kulit kuning langsat. Itu aku. Kira - kira begitulah fisikku.
Intinya, Noel harus bisa aku dapatkan. Apapun dan bagaimanapun caranya.
×
ESTÁS LEYENDO
That Kind of Love Story
RomanceDari semua orang yang mengalami perasaan cinta, mereka tahu rasanya patah hati. Atau mungkin kupu - kupu didalam perut mereka. Entah! Itu urusan mereka. "Tapi ini tentangku!" -Deandra- "Dan ini juga tentangku" -Kenmal- Ini tentang kehidupan Deandra...
