1 : Let's Start The Party
Pagi itu, Angkasa Raya tengah disibukkan oleh kegiatan penyambutan siswa siswi baru.
Para anggota OPIAR sibuk mengecek semua persiapan.
Bintang, cowo berkaca mata itu tersenyum puas, lantaran semua kerja kerasnya bersama teman-teman nya telah selesai dengan sempurna. Sebagai ketua OPIAR, tentu ia merasa senang saat acara yang di urusnya berjalan dengan sempurna.
Maria datang menghampiri Bintang. Sebuah senyum mengembang disana.
"Ka Bintang, kata bu Mega 5 menit lagi upacara penyambutan siswa barunya bakal dimulai." Maria berkata dengan antusias.
"Semuanya udah beres kok, Mar!" Ujar Bintang sambil tersenyum.
"Semoga acaranya sukses sampai akhir yah!" Maria tersenyum, Bintang memalas senyumnya, tangan Bintang terulur mengacak pelan rambut Maria.
Membuat gadis itu membeku sesaat sebelum Bintang beranjak meninggalkannya.
"Sial, gue baper!" Gumam Maria pelan.
--------
Upacara penyambutan siswa baru berjalan dengan baik sejauh ini, dengan pembukaan spektakuler hasil kolaborasi paskibra dengan tari tradisional yang pastinya hanya dimiliki oleh Angkasa Raya.
Setelah pembukaan yang spektakuler itu serangkaian kegiatan pun berjalan sesuai harapan para anggota OPIAR, semuanya nyaris sempurna.
Semuanya nyaris sempurna hingga alarm kebakaran Angkasa Raya mengaum dengan keras di tujuh titik yang berbeda.
Para penghuni Angkasa Raya heboh seketika. Para guru berusaha menenangkan, tetapi saat sekumpulan asap muncul dari sayap barat Angkasa Raya seketika semua siswa beserta guru-guru berhamburan mencari tempat yang aman.
Ditengah kekacauan yang tengah berlangsung, sekumpulan siswa tengah tertawa terbahak-bahak di rooftop gedung selatan. Seorang diantara mereka mengangkat kaleng bir yang ada ditangannya,
"Untuk keberhasilan hari ini" teriaknya.
"Untuk keberhasilan hari ini!!!"seru yang lainnya.
Tak lama kemudian, tawa mereka pecah lagi seolah segalanya memang sudah sempurna.
"Gila, gue gak nyangka segampang ini bikin kacau upacara penyambutan yang diketuai si Bintang kacamata" seru seorang siswa dengan seragam berlogo BETA.
"Lu berdua emang jagoannya Angkasa Raya" decak kagum dari siswa lainnya.
Sementara dua orang yang dielu-elukan itu hanya tertawa kecil. Membiarkan mereka semua melempar pujian dan senyum kecil menghias begitu saja disana. Kekacauan adalah hal mudah bagi Duo Troublemaker itu.
Mereka berdua tertawa kecil mengingat rencana yang disusun dadakan itu berbuah sangat sukses.
-------------------------------------------------------------
Flashback"
Biru memasang wajah penuh kejengkelan kala mendapati Kelabu berdiri di depan rumah nya.
Demi alam semesta beserta seluruh isinya, ini bahkan belum jam 6 pagi.
Dan kenapa Kelabu merasa perlu berdiri di depan pintu rumah nya sambil terus menekan bel seperti orang kesetanan sementara Ia bisa leluasa keluar masuk rumah Biru dengan sesuka hatinya.
"Mau apa datang kesini?" Biru bertanya dengan dingin yang tak bersahabat.
Untuk orang normal mereka mungkin akan langsung menundukkan kepala nya, bergumam permintaan maaf lalu menghilang secepat mungkin saat mendengar nada dingin dalam suara Biru.
Tapi ingat itu hanya bagi "orang normal".
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue In Love
RomanceTIDAK MENYEDIAKAN SINOPSIS. JIKA PENASARAN SILAKAN LANGSUNG DIBACA. See you in my story With a big Love Vallhazz
