'Aku ngga pernah menduga kalau dia akan datang. Disaat hati ini terluka, hanya dia pengobatnya. Tapi, kenapa hati ini tidak merasa yakin? Kenapa hati ini malah memikirkan seseorang di masa lalu? Kenapa hati ini malah tidak mau melupakan kenangan pahit itu? Dan sekarang yang aku bisa hanya membiarkan dia berjuang sendirian, membiarkan hatinya jatuh di pelukanku, membiarkan dia mengisi ruang hatiku, membiarkan dia menemani di tiap hariku, membiarkan dia mengejarku tanpa kepastian yang jelas.
Egoiskah aku? Hh, akupun tak mengerti kenapa semua ini harus terjadi padaku.
Ini bukan salahku! Ini juga bukan takdir Tuhan.
Salahkan hatiku yang masih mengharapkan dia yang entah ada dimana...' -Syafira Aldriano.
***
'Dia berbeda. Menurutku dia yang terindah dibandingkan semua bunga di jagat raya ini.
Apa yang salah? Aku hanya mencintainya dengan ketulusanku. Bodoh? Apanya yang bodoh? Aku tau dia memang belum bisa membuka hatinya untukku. Bahkan orang lain sekalipun. Tapi, apa salahnya aku memperjuangkan dia untuk menerimaku walau hanya disudut hatinya? Hah? Apa salahnya?
Bahkan, semenjak dua tahun kami berteman, baru kali ini aku menemukan hal yang berbeda dari dia. Dia bukan orang yang suka berbagi masalahnya dengan orang lain. Dia orang yang tidak pernah mau membuat orang lain susah ataupun sedih karenanya.
Siapa yang sangka, seseorang yang kelihatannya aktif diluar dapat berubah menjadi orang asing jika tengah menghadapi masalahnya, sendirian.' -Arsen Wijaya.
***
'Gue ngga pernah ninggalin dia. Gue selalu awasin dia dan berusaha bikin dia merasa aman tanpa dia ketahui. Gue ngga pernah punya niat mau bikin dia kecewa. Ini bukan salah gue. Gue hanya mencoba untuk membuat dia paham, kalau ga selamanya gue ada disamping dia.' -Dava Dafran.
***
Asiq, cerita baru!! Kritik dan saran sangat diperlukan^_^
Danke!^^
04-04-2016/Senin
YOU ARE READING
Tell Me Why
RandomCinta bertepuk sebelah tangan? Entahlah. Terdengar klise, namun apa benar terjadi? •2 lelaki •2 perempuan •4 cinta •1 kenyataan Bagaimana menurut kalian?
