chapter 1

281 17 1
                                        

Apakah kalian percaya bahwa mahluk mitos itu benar benar ada? Elf contohnya. Awalnya aku tidak percaya, bahkan aku tidak tahu elf seperti apa. Tapi ketika mahluk mitos ini ternyata ada di kehidupan ku. bahkan itu adalah diriku. Percaya atau tidak, aku bisa gila mendengarnya.

Namaku Olyvia, umurku 15 tahun hari ini. Ya, hari ini aku ulang tahun. yeyy. Aku ini orang yang sangat suka novel bergenre fantasi, aku suka membayangkan bahwa mahluk mahluk fantasi itu nyata. Tapi bukan berarti aku ingin itu benar benar kenyataan.

Suatu saat ketika aku masih kelas 1, aku pernah melihat seseorang bersayap seperti elang. Percaya atau tidak aku memang pernah melihatnya. Dia seukuran manusia dan terbang di langit biru dengan cepat. Aku bercerita ke teman teman ku. Tapi mereka tidak percaya. padahal mereka melihat ke arah yang sama denganku. Mereka bilang bahwa itu adalah pesawat. Tapi aku yakin aku melihatnya dengan sangat jelas. Tapi setelah kupikir-pikir memang ini sulit untuk di percaya. Jadi, kupikir ini memang hanya penglihatan ku yang salah.

Tadinya-ku pikir memang begitu. Sampai aku melihatnya, aku semakin yakin bahwa aku tidak salah lihat. Aku benar-benar melihatnya! Dia tinggi besar, telinganya lancip, wajahnya tampan, dan benar-benar mempunyai sayap. sayapnya sangat indah, warnanya coklat, serasi dengan bajunya. Walaupun baju nya agak... tidak... bukan agak, tapi memang aneh. Tatapan mata nya liar, ketika aku menatap nya aku takut setengah mati. Dia datang tepat di depan ku, di balkon rumah ku.

"Halo, lama tidak bertemu." katanya. "Olyvia"

"T-tunggu dulu." kataku "apa kita pernah bertemu? Dan... dan bagaimana Anda bisa tahu namaku? Aku tidak ingat kita pernah bertemu."

"Tentu saja aku tahu, kita pernah bertemu. Selain saat kau melihatku ketika kamu kelas 1 sd, aku juga pernah datang ke mimpimu. Dan tentu saja kau tak ingat, karena setiap aku datang ke mimpimu, aku menghapus ingatan mu terhadapku. untuk menjaga identas dan keberadaanku. dan aku kemari karena suatu alasan tentu saja. Aku pernah berjanji padamu akan satu hal."

"S-siapa anda? Maksudku, mahkluk apa anda ini? Dan janji apa? aku tak pernah membuat janji dengan Anda."

"Oh maaf, aku lupa bahwa kau sudah lupa dengan ku. Perkenal kan, namaku Aelfric. Soal aku ini mahluk apa? Maaf tapi aku tidak bisa jawab sekarang. Kau akan tahu nanti." katanya. "Jadi janji yang aku buat dengan mu bisa kau lihat nanti. maukah kau ikut dengan ku?"

"Pertama, anda ini orang asing. walaupun katamu kita pernah bertemu, tapi tetap saja Anda asing bagiku. untuk apa aku ikut, bisa saja Anda malah menculik ku lalu membawa ku ke tempat asing. Jadi, jawabanku adalah tidak."

Dia kelihatannya kaget. Konyol benar jawabanku tadi. Tapi toh, memang aku tidak mengenalnya. Sesuai perkataan ku tadi untuk apa aku ikut dengannya. Sosok nya itu membuat ku takut. Bisa saja dia bohong akan perkataannya tentang dia datang ke mimpi ku dan akan janji nya dengan ku. Atau mungkin jika memang benar, bisa saja janji nya itu... tidak aku tidak mau mempikirkannya.

"Tenang, aku tidak bermaksud jahat. Aku di sini untuk menepati janji ku untuk mengajak mu ikut terbang bersama ku. Kurasa waktu nya sudah tepat untuk mengajakmu. Karena kau sudah beranjak dewasa dan ini adalah ulangtahun mu yang ke 15 benar? Aku menduga kau akan tahu jati dirimu sebenarnya sebentar lagi."

Apa maksudnya dengan jati diriku? Aku tidak mengerti kata-katanya. Tapi mungkin dia benar, mungkin dia tidak bermaksud jahat. Tapi... tunggu dulu...

"Apa?! Apa aku tidak salah dengar? Apa maksud Anda mengajak-ku terbang dengan Anda? Maksudku, sayap itu sungguhan?"

"Haha, tentu saja. Kamu ini lucu sekali." Katanya. "Tentu saja ini sungguhan. Bahkan kau sudah melihatnya tadi saat aku datang. Aku benar-benar bisa terbang. Ingin lihat lagi?"

Dia merentangkan sayapnya dan, WOW! Dia benar-benar terbang. Hanya beberapa cm tapi itu benar-benar menakjubkan. Tapi, bodohnya aku. Jelas-jelas tadi aku melihatnya terbang dengan sayap nya kesini. Tadinya ku pikir ini khayalanku. Tapi tidak mungkin khayalan ku hingga sejauh ini. Aku bisa gila dibuatnya.

Dia turun kembali berdiri di depan ku dan diam saja melihatku. Menunggu jawaban ku (?) huft... baiklah mungkin boleh juga aku ikut dengannya mencoba untuk terbang. Dari dulu aku memang ingin merasakan rasanya terbang di udara. Baiklah...

"Aku ikut."

Dia tersenyum puas lalu mengulurkan tangan pada ku. Aku meresponnya. lalu dia merentangkan sayap nya, dan... WOW!!! Luar biasa!... aku sungguh-sungguh terbang!

Ini cerita pertama. Jadi, mudah-mudahan suka. Kalau jelek atau gaje, tolong maklum wkwk. #lelahcariinfo #infotentangmitosdiatasdariinternet

Daughter Of LjosalfarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang