PartOne

261 8 0
                                        

"Jadi hari ini kita mau kemana? "Tanya Revan ke Reva yang sedang membaca novel di meja belajar miliknya. "Hmm.. aku sih sebenarnya sudah memiliki janji dengan Kanya untuk shopping bersama. "Jawab Reva menutup novelnya dan menaruh novel tersebut di lemari buku khusus novel miliknya. Revan mengacak rambutnya frustasi. "Ugh.. aku harus dengan siapa? Aku bosan dirumah. "Gerutunya sambil berjalan menuju ruang buku. "Kurasa kau harus pergi ke club untuk menenangkan diri. Hahaha. "Tawa Reva sambil berjalan keluar kamar untuk pergi bersama Kanya.

"Tunggu dulu. "Cegah Revan cepat. Refleks membuat Reva menoleh. "Hmm.. apa? "Tanya Reva polos sepolos mungkin. "Bolehkah aku ikut? "Tanya Revan yang membuat Reva terkejut. "Boleh saja sih.. tapi kau itu kan laki-laki Revan, bagaimana jika ada waria yang tanpa sengaja bertemu kita di Mall langsung mengajakmu date bersamanya? Oh.. aku gak mau seperti itu Revan Lambert Lucyana. "Omel Reva panjang lebar, singkat, dan padat. Revan hanya terkekeh melihat kembarannya itu. Sedangkan Reva langsung meninggalli Revan menuju mobil Kanya yang sudah terparkir rapi di pinggir jalan seberang rumah mereka.

"Hai-----Revan? Ka-kamu ikut? "Tanya Kanya tak percaya sambil menunjuk Revan yang duduk dibelakang kursi kemudi. Sedangkan Reva duduk disebelah Kanya. "Hehe, aku hanya ingin menjadi pengawal kalian. "Ucap Revan sambil tertawa kecil. "Awas ya kalo minta ditraktir. "Kanya langsung melajukan mobilnya menyusuri jalan raya. Semua terdiam. Diam. Sangat diam. Tiba-tiba....

"Waaaaa... apaan tuh jelek banget!!! "Teriak Reva sambil menutup wajahnya. Sedangkan Kanya dari tadi teriak-teriak histeris. Ya.. ada orang gila yang mengetok-ngetok kaca mobil disebelah kanan Kanya. "Waaa... ini kan orang gila yang tinggal didepan kompleks berhantu itu. Ihh.. kenapa sih harus ada ni orang, kalo waria ajasih gak apa-apa. Revan, usir! "Suruh Kanya ke Revan. Revan langsung tersedak saat memakan snack yang ia bawa. "Apa? Usir? No! Aku gak mau usir orang gila itu." Revan melipat kedua tangannya.
"Ya udah kenapa kita gak jalan aja?" Tanya Reva sambil mengatur nafasnya. "Ide cemerlang!" Tanpa basa-basi Kanya lalu menancap gas dan melaju meninggalkan orang gila tersebut.

***

3 Nofication Line

BundaKece: anakku, dimana dirimu sayang?

BundaKece: Revaku??

BundaKece: balas dong sayang ?

Reva: bundaku, anakmu bersama kembarannya sedang ke Mall untuk shopping bersama Kanya.

BundaKece: apa? Kembaranmu? Revan?

Reva: iyalah bunda siapa lagi kalo bukan Revan???

BundaKece: apa? Dia jalan sama kamu dan Kanya? Dia itu bukan perempuan Reva.

Reva: iya iya bunda, aku tau kalo Revan bukan perempuan. Tapi.. gak tau deh, dia tadi mau ikut.

BundaKece: terus kamu izinin?

Reva: iya

BundaKece: REVA LAMBERT LUCYANA!!! KENAPA KAMU IZININ DIA UNTUK PERGI KE MALL BARENG KAMU DAN KANYA!!!?? KALO NANTI MISALNYA ADA WARIA YANG GAK SENGAJA BERTEMU DENGANNYA LANGSUNG NGAJAK DATE GIMANA REVA LAMBERT LUCYANA???

Reva: yaa.. abisnya kasian bun, dia udah pasang puppy eyes nya walaupun itu makin bikin wajahnya ewh.. tapi kan kasian bunda.

BundaKece: bunda gak mau tau. Kalo dia sampe diajak date sama waria, kamu harus tanggung jawab.

Reva: oke deh bunda.. ku yang tersayang..

"Kenapa Rev? "Tanya Kanya yang masih mengemudikan mobil. "Gak apa kok. "Jawabnya.

Tunggu...

(Tbc)

The Twins Where stories live. Discover now